Laporan : Agus

Cianjur metropuncaknews.com – Bantuan Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat yang terdampak Covid 19 dikucurkan Pemprov Jabar untuk warga Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur sebanyak 1.399 pada Sabtu Malam (31/10).

Minggu paginya (1/11) langsung didistribusikan Pemerintah Desa Hegarmanah pada warga yang berhak menerimanya. Pendistribusian dimulai dari warga RW 01 dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 216 orang. Namun, setiap penerima Bantuan Provinsi tersebut dipungut uang sebesar Rp. 10.000 oleh Ketua RT.

Saat dikonfirmasi Ketua RT 01 Mimid mengatakan, pungutan sebesar Rp. 10.000 itu, murni inisiatif Ketua RW dan RT. Tidak ada sedikitpun intruksi dari Pemerintahan Desa. Kenapa hari ini ada pungutan Rp. 10.000 semua berawal dari saat turunnya bantuan yang pertama dan warga di Rw 01 tidak seorang pun mendapatkan bantuan.

Setelah itu, para Ketua RW dan RT mendata warga. Hal itu dilakukan karena pihak Pemerintah Desa merasa kewalahan untuk mendata warga penerima BanProv.

Sementara menurut kabar, pihak pengelola Banprov hanya mempunyai waktu 3 hari untuk mengirimkan data.  Karena itu, para Ketua RW dan RT mencari orang yang bisa mengirimkan data warga melalui aplikasi Sapa Warga.

Hingga akhirnya paa Ketua RW dan RT menemui Suparman warga Rajamandala Kabupaten Bandung Barat. “ Yang hasilnya hari ini sebanyak 216 warga kami di ke RW an 01 bisa mendapatkan bantuan terdampak Covid 19 dari provinsi,” ucap Mimid.

Jadi uang tersebut lanjut Mimid, pertama untuk transportasi mengangkut barang dari desa ke lokasi. Elain itu, juga untuk membayar jasa Suparman yang telah bekerja mengirimkan data warga.

Kepala Desa Hegarmanah Ajat saat ditemui mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu adanya pungutan sebesar Rp. 10.000, kepada warga penerima bantuan. Karena Pemerintah Desa sama sekali tidak pernah mengintruksikan apapun terkecuali hanya mengintruksi agar bantuan tersebut segera sampai kepada yang berhak menerimanya.

Maka dengan adanya kejadian seperti ini tentunya pihaknya akan memantau penuh pembagian bantuan ini agar tidak ada pungutan kepada warga. “ Dan kebetulan bantuan yang saat ini disiribusikan pada warga baru di ke RW an 01 sedangkan untuk ke RW an yang lainnya belum kami kirimkan, makanya kami akan pantau agar kejadian di ke Rw an 01 tidak terjadi di ke Rw an lainnya,” jelas Ajat pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here