Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Eva Fatimah

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Berdasarkan data akumulatif, penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Aids di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, terhitung sejak tahun 2011 hingga 2017, tercatat 763 orang yang terjangkit virus tersebut.

Dari jumlah tersebut, yang terjangkit HIV sebanyak 280 orang, dan Aids 483 orang. Belum ditambah tahun 2017 saja, sebanyak 88 orang.

Belum lama ini, Neneng Eva Fatimah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, memaparkan, jumlah tersebut harus terus ditekan. Khususnya untuk Kabupaten Cianjur. 

” Ini memang hal yang cukup serius bagi kita semua. Pasalnya, angka tersebut sebisa mungkin harus terus ditekan lagi. Sehingga tidak meluas dan lebih banyak lagi orang-orang yang akan terjangkit virus tersebut. Khususnya di Kabupaten Cianjur,” kata Eva. 

Jika dipersentasikan, lanjutnya, menurut survei yang pernah ditemukan, perbandingannya itu sekitar 20 orang banding satu.

” Ini artinya, jika misalnya di suatu wilayah terdapat 100 orang, jadi bisa diindikasikan yang terjangkit itu sebanyak 10 orang,” terangnya.

Selain itu, dikatakan Eva, orang yang beresiko tinggi terjangkit HIV dan Aids di Kabupaten Cianjur, adalah wilayah Kecamatan Sukaresmi. Pasalnya wilayah tersebut banyak terdapat tempat-tempat yang menunjang orang bisa melakukan seks bebas. 

” Salah satunya seseorang bisa terjangkit HIV/Aids itu bukan hanya dengan media jarum suntik saja, tetapi sekarang, orang lebih sering karena melakukan seks bebas,” tambahnya.

Di wilayah yang sangat mendukung orang melakukan perilaku menyimpang, memang menjadi faktor yang paling menonjol. Dengan begitu, pihaknya terus mengimbau, supaya bisa sama-sama mengingatkan dan menjaga lingkungan tetap sehat.

” Orang yang terkena HIV Aids itu bukan dijauhi, tetapi justru kita rangkul orangnya. Dan penyakitnya saja yang disembuhkan,” kata Eva.

Ditambahkan Eva, beberapa faktor menyimpang seperti penjajak wanita seks komersial (PSK), dan LGBT, saat ini justru salah satu indikator yang bisa menimbulkan penularan HIV Aids ini.

” Justru penularan HIV Aids dengan cara LGBT itu lebih akan lebih cepat, karena dengan cara seperti itulah biasanya si pelaku (LGBT) tersebut, lebih mudah untuk mengajak dan melakukan penularan virus tersebut,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here