Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Tempat wisata Kampung Bambu yang berlokasi di Kampung Bantar Gebang, RT02/RW13, Desa Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dibangun 2 tahun yang lalu sebelum pandemi Covid-19 muncul di tanah air.

Saat itu para pengunjung Kampung Bambu memuaskan para pengelola, namun ketika vandemi Covid-19 sedang memuncak dan adanya larangan dari pihak pemerintah, maka tempat wisata Kampung Bambu langsung ditutup total.

Namun beberapa bulan belakangan ini, Kampung Bambu mulai banyak dikunjungi para wisatawan lokal, khusnya pada Jumat, sabtu dan minggu, karena ditiga hari tersebut para pengunjung dimanjakan dengan dangdut live.

Salah seorang pengurus sekaligus pendiri Kampung Bambu Iyus Saripudin (50) menerangkan, tempat wisata Kampoeng Bambu dibangun sejak 2 tahun yang lalu, saat itu sempat ramai dikunjungi banyak orang, namun ditengah gencarnya pandemi Covid-19.

Tempat wisata tersebut, ditutup total karena rentan dengan terjadinya kerumunan banyak orang, hingga selama ditutup, banyak fasilitas tempat wisata yang rusak lapuk tak terurus.

Setelah adanya surat edaran diperbolehkan dibuka dengan syarat, maka Kampung Bambu dibuka kembali, tepatnya 2 Pekan yang lalu. Namun para pengunjungnya tidak seperti sebeumnya, banyak pengunjung.

Mungkin dengan hal itu, harus menyajikan wahana baru, untuk menarik para pengunjung datang ke tempat wisata Kampung Bambu,
“Untuk memikat para pengunjung selagi adanya dangdut live juga akan dibangunnya wahana lain yang sifatnya menarik bagi para pengunjung,” Ucapnya.

Salah seorang pengunjung Siti Julaeha (38) menambhakan, datang berkunjung ke Kampung Bambu, bukan yang pertama kalinya melainkan sering datang hampir tiap pekan, karena selain gratis untuk para pengunjung juga suasanya alam di lokasi Kampung Bambu cukup membuat betah para pengunjung.

Supaya tidak membosankan para pengunjung kepada para pengelola diharapkan sesegera mungkin membuat wahana lainnya, seperti arung jeram, flying fox dan membangun tempat menarik lainnya.

“Supaya banyak pengunjung, maka para pengelola Kampung Bambu harus segera membangun wahan menarik lainnya, arung jeram, playing vox dan banyak lainnya,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here