Muhammad Ardi, Departemen Agitasi dan Propaganda Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Tenggara (DAP LMND SULTRA)

Laporan : Atul Wolio

Baubau, metropuncaknews.com – Reaksi penyebaran Virus Corona (Covid-19) belakangan ini menjadi isu yang cukup ditakuti, terutama di kalangan masyarakat. Dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau tak luput melakukan langkah tegas. Seperti diantaranya, larangan berpergian luar daerah dan menghindari tempat keramaian.

Terlepas dari itu, terjadi penyimpangan fakta atau berbanding terbalik atas langkah tegas Pemkot Baubau. Ini terlihat masih banyaknya para pelaku usaha yang tak patuh. Sebut saja Tempat Hiburan Malam (THM) sampai saat ini masih nampak terus operasi sekaligus dengan menyediakan jasa wanita pemandu lagu.

Sebelumnya, Pemkot Baubau sudah mengeluarkan surat imbauan Nomor: 430/1665/setda/2020. Atas itu semua, Muhammad Ardi, selaku Departemen Agitasi dan Propaganda Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Tenggara (LMND) Sultra, pertegas Pemkot, khususnya penerapan kebijakan.

” Jangan menunggu nanti ditemukan kasus penyebaran Covid-19 di daerah tersebut baru mau akan ditutup,” ujar Ardi

Hadirnya THM yang masih beroperasi disela penyebaran Covid-19 itu, lanjut Ardi, pihaknya menganggap Pemkot Baubau kurang tegas dan serius secara menyeluruh dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran virus Corona/Covid 19.

Disisi lain, mengingat maklumat Kapolri nomor : Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona/Covid-19.

DAP LMND Sultra ini, juga menyinggung ketegasan dari Satpol PP Kota Baubau. Pasalnya kata Ardi, perlu dipertanyakan ulang kinerjanya membantu kebijakan pemerintah.

” Kami harap Satpol PP ini, fokuslah dengan tugas penegakan Perda, sebab bisa terlihat seolah tumpul keatas tajam ke bawah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ardi mengatakan, jangan beraninya menegakkan Perda kepada rakyat kecil saja. Seperti pedagang kaki lima, lalu bagaimana pelaku usaha THM. “ Apa diabaikan saja,” ujarnya dengan nada keheranan.

Ardi juga menyebutkan, Kasat Pol PP harus memahami bahwa “Equality Before The Law. “ Artinya,  semua sama dimata hukum,” imbuhnya.

Selain imbauan terkait penyebaran Covid-19, ternyata THM di Kota Baubau diduga telah mengabaikan Perda Kota Baubau No 2 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan usaha tempat hiburan malam. Pasalnya, THM masih selalu operasi hingga lewati waktu kebijakan Perda tersebut.

Memandang segala persoalan ini dan asas keselamatan rakyat (salus populi suprema lex esto). Pihaknya layangkan desakan kepada Pemkot Baubau, segera lakukan tindakan tegas, dengan menutup THM untuk sementara. Hal itu dipandang perlu demi keselamatan masyarakat. Terutama dalam menangani pencegahan penyebaran virus Corona/Covid 19 di Kota Baubau.

Tidak lupa, Ardi mewakili LMND Sultra mengimbau pada seluruh masyarakat, agar  tetap siap siaga menjaga diri dan mencegah penyebaran Corona Virus/Covid-19.  “  Boleh  dengan cara pola hidup bersih dan sehat, hindari kerumunan yang berlebihan bila mendesak, tidak keluar daerah atau membuat kerumunan, sebaiknya mending dirumah saja dulu,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here