EF bersama Ketua dan anggota GMBI Cianjur

Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Perempuan berinisial E.F (27) binti Endang warga Kec. Cibeber meminta permohonan pendampingan bantuan hukum pada LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cianjur Jawa Barat. Hal itu dilakukan, lantaran kesal merasa dilecehkan oleh sang mantan suami.

Kepada wartawan, E.F menyampaikan ungkapan kekecewaan atas perbuatan Agus Samsudin (40) bin Aceng mantan suami E.F.  yang diduga kuat telah menyebarkan poto-poto berbau pornografi mantan istrinya itu di media sosial.

” Jelas saya sangat kecewa sekali pada mantan suami saya. Karena selain mencemarkan nama baik saya, juga sudah membuat malu orang tua saya,” kata E.F saat ditemui di Mapolres Cianjur, Senin (01/03/2021).

Disinggung mengenai alasan Agus Samsudin kenapa menyebarkan poto tersebut, E.F menjawab, mantan suaminya itu mengaku tidak sengaja mengirimnya di medsos.

” Ya, kalau memang tidak sengaja kenapa harus beberapa kali mengirimnya di grup fb. Dan saya juga mengetahuinya dari temen karena saya sudah dikeluarkan dari grup, kalau di grup itu ada poto bugil saya,” aku E.F.

Dilihat dari berkas-berkas yang dikumpulkan GMBI Distrik Cianjur berupa screenshor postingan dan komentar di fb. Ternyata Agus Samsudin bin Aceng menggunakan akun fb bernama ‘Bulan’ dengan poto profil perempuan yang katanya adalah mantan kekasihnya.

Usut punya usut kenapa sampai terjadi seperti itu, ternyata berdasarkan pengakuan E.F, mantan suaminya itu mengajak rujuk kembali. Namun E.F menolaknya. Karena selama kurun waktu satu setengah tahun berumah tangga, E.F kerap kali menjadi korban kekerasan dalam rumah tangganya (KDRT). Selain itu, pernikahan pasutri tersebut berstatuskan nikah sirih.

” Saya nggak rujuk sama suami saya, karena selama berumah tangga kemarin pun saya sering jadi pelampiasan kekesalan suaminya. Terus dari mana dia dapat poto bugil itu, saya nggak tahu kapan dia memotonya,” pungkanya seraya matanya berkaca-kaca hendak menangis.

Sementara itu Ketua GMBI Distrik Cianjur, Cep Suhendi SE. SH mengatakan, pihaknya akan mengejar pelaku melalui prosedur hukum yang berlaku. Karena menurutnya perbuatan yang dilakukannya itu sangat memalukan dan tidak bisa dibiarkan.

” Menyikapi pelaporan dari E.F sebagai korban pencemaran nama baik melalui medsos oleh mantan suaminya itu. Jelas itu melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat 3 Dan UU pornografi Pasal 8, UU 44 tahun 2008,” kata Cep Suhendi, Selasa (02/03/2021).

Masih dikatakan Cep Suhendi, sipelaku bernama Agus Samsudin bin Aceng harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatan itu. Kalau memang ingin kembali rujuk kenapa tidak bicara baik-baik sama yang bersangkutan dan merubah sikap, bukan seperti itu.

” Ya, kalau dibiarkan nantinya akan jadi kebiasaan dan akan muncul korban-korban baru. Jadi saya memohon kepada pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti dan melakukan penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku di indonesia. Karena berkas-berkas berupa poto dan rekaman pengakuan pelaku pun sudah kita kumpulkan sebagai bukti perbuatan bodohnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here