Pertemuan antara pihak BJB, kuasa hukum Rengga dan Komisi I DPRD Cianjur, namun tak mambuahkan hasil karena pihak perwakilan BJB harus berkoordinasi dulu dengan pusat

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Rengga Mega Suci, tak terima atas apa yang telah dituduhkan kepadanya oleh pihak Bank BJB Cabang Cianjur, dirinya juga diberhentikan bekerja secara sebelah pihak.
Maka melalui kuasa hukumnya, Oden M Junaedi, SH, Rengga mengajukan beberapa poin yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak Bank.

Berdasarkan surat kuasa no: 0170/SKK-CLC/V/2008, yang mewakili klien atas nama Rengga Mega Suci, menyampaikan beberapa tuntutan atas pemecatannya yang sebelah pihak oleh Bank BJB.

Berikut rincian tuntutan kliennya, 1. Pemulihan nama baik atas dugaan tindak penggelapan uang kas cabang. 2. Pelunasan fasilitas pinjaman KPR rumah kepada Bank BJB. 3. Pelunasan pinjaman karyawan K.A.B (Kredit Abdi Bakti). 4. Pembayaran hak cuti tahunan yang nilai 1 x (satu kali) gaji pokok. 5. Pembayaran bonus tahunan jasa produksi yang besarnya kurang lebih Rp. 10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah). 6. Pembayaran bonus IPK yang jumlahnya kurang lebih Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah). 7. Pembayaran uang pakaian dinas jumlahnya sekitar Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah). 8. Pembayaran uang pesangon yang besarnya selama 7 bulan gaji pokok atau sesuai kerja selama 8 tahun, merujuk ke pasal 156 ayat (2) UU ketenagakerjaan. 9. Pembayaran uang pesangon dikarenakan klien kami di pecat sebelah pihak dan dituduh menggelapkan uang. Maka klien kami menuntut hak pembayaran pesangon yang nilainya sesuai masa pensiun sesuai jabatan layanan TELLER dihitung masa kerja pensiun terhitung 45 tahun. Dikurangi umur klien kami sekarang 28 tahun = 17 tahun x gaji pokok sebesar Rp. 3.900.000,- / bulan x 17 tahun. 10. Pengembalian ganti rugi atas tuduhan penggelapan uang  yang nilainya sebesar Rp. 23.611.000,- (dua puluh tiga juta enam ratus sebelas ribu rupiah) agar dikembalikan kembali kepada klien kami.

Surat kuasa hukum tersebut ditandatangani oleh Oden M Junaedi, SH, Soliamin Harahap, SH, Adi Supriadi, SH, Gilang Arvasendra, SH, Syahrian US Zaenudin, SH dan pemberi kuasa Rengga Mega Suci di kantor CLC Selasa, (5/6).

Isnaeni Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur mengatakan, barusan sudah disampaikan kepada perwakilan dari Bank BJB mengenai hak-hak korban pemecatan sebelah pihak tersebut. Namun pihak BJB tidak bisa memberikan keputusan. Sebab harus berkoordinasi dengan pusat.

” Karena belum membuahkan hasil, akhirnya kami putuskan pada hari Jum’at, (8/6) sekitar jam 14.00 WIB untuk mengadakan pertemuan lagi, mudah-mudahan bisa selesai pada hari tersebut, karena si pelapor benar-benar sudah dirugikan, ada apa dengan Bank BJB,” pungkasnya.
Ditempat yang berbeda Ferry Wahyudin aktifis 98 mengatakan, jika masih tidak ada penyelesaian pada pertemuan berikutnya, pihknya akan melakukan aksi. “ Kami akan melakukan aksi untuk menuntut hak si pelapor dan akan melaporkannya ke tingkat yang lebih tinggi,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here