Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Masih banyaknya para pelaku usaha mikro yang mengaku tidak tahu adanya bantuan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga tidak kebagian bantuan tersebut. Karena itu, mereka menilai, bantuan untuk UMKM di Kabupaten Cianjur belum merata.

Satu dari sekian banyaknya pelaku usaha mikro yang tak dapat  bantuan adalah Yusuf Syarifudin (50) asal Kota Tasikmalaya. Yusuf adalah seorang pengusaha bordir manual di Cianjur. Ia mengaku tidak mengetahui adanya bantuan itu. Terlebih di saat Pandemi seperti sekarang ini.

” Ya, padahal kan sama-sama terdampak pandemi, mungkin para pengusaha mikro juga perlu perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi pada saat PSBB kemarin boro-boro bisa ngirim uang ke orang tua, buat bekal hidup pun hanya alakadarnya saja, itu pun kalau ada konsumen yang datang ke rumah,” aku Yusuf saat ditemui dibengkel bordirnya, Senin (12/10).

Mungkin bukan cuma saya saja, lanjut Yusuf, tetapi para pelaku usaha lain pun seperti pedagang, tukang jahit dan para pelaku usaha lainnya pun sama. Hingga yang tak dapat bantuan merasa disisihkan dari adanya program bantuan UMKM itu.

” Bukan cemburu sosial, tapi hanya ingin menyampaikan aspirasi para pengusaha mikro saja. Seumpama bantuan program UMKM disamaratakan mungkin mereka juga tidak akan mengeluh seperti sekarang ini,” ujar Yusuf.

Berdasarkan pantauan di lapangan para pengusaha kecil dibidang bordir manual di Cianjur, saat ini hanya berada di jajaran Ruko Jalan Moch Ali, Kelurahan Solokpandan dan di Ramayana Jalan Dr Muardi, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur.

Sambung Yusuf, meskipun hanya dengan menggunakan mesin manual, tapi untuk hasilnya siap bersaing dengan dengan mesin komputer.

” Ya dalam menggeluti usaha ini, tentunya saya juga mengutamakan kualitas yang baik untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” sambung Yusuf.

Yusuf berharap, para pengrajin bordir manual, kedepan bisa mendapatkan program bantuan dari pemerintah. Artinya bisa dirangkul oleh Pemda Cianjur melalui dinas terkait.

Yusuf menambahkan, selama menjalankan usaha bordir di Cianjur sejak tahun 1995, sama sekali belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. “ Nah, melalui media ini, saya bukannya mengadu tetapi hanya mewakili para pengusaha mikro kecil dan menengah di Cianjur untuk menyampaikan aspirasinya. Dan mudah-mudahan kedepannya kami bisa diperhatikan oleh pemerintah terutama dibidang permodalan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here