Budi Artono

Laporan : Hilman/Shandi

Sukabumi, metropuncaknews.com  – Tahun 2018 – 2019 merupakan “Tahun Politik” paling greget. Selain itu, juga sebagai Pemilu yang cukup rumit, menantang dan banyak ketentuan serta aturan yang harus dibenahi.

Demikian dikatakan Budi Artono, Divisi Program Data PPK Gegerbitung – Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut Budi mengatakan, Pemilu sekarang untuk Kabupaten Sukabumi tidak lagi dibantu Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih). Pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dilakukan cukup oleh PPK dan PPS dengan melakukan pemutakhiran dari data sebelumnya (DPT Pilgub).

Seperti untuk wilayah Kecamatan Gegerbitung, DPT  yang  jumlahnya saat itu 29.428 pada hasil perbaikan II, kini menjadi 29.098. Karena beberapa diantaranya merupakan DPT ganda, dari mereka yang pindah domisili juga yang meninggal dunia. Selain itu, tidak menutup kemungkinan masih bisa dilakukan perbaikan ke III untuk menjamin ke validan serta keakuratan data.

Tim PPK maupun PPS terus bergerak melakukan perbaikan demi perbaikan lantaran data pemilih itu dinamis, berubah-ubah. Sehingga tidak terulang jumlah DPTnya “gemuk”, tapi realisasi serta partisipasi nya kecil.

Maka dengan demikian, kata Budi, pada perhelatan politik (Pileg/ Pilpres) mendatang diharapkan lebih akurat, mutakhir, komprehensif serta akuntabel. Karena alhamdulillah, untuk Kabupaten Sukabumi masalah kegandaan NIK dapat dipastikan nihil. Sehingga diharapkan Pemilu bisa berjalan lancar. “ Siapapun pemenangnya nanti, Pemilu bisa berjalan dengan sukses tanpa ekses,” harapnya.

Sebagai catatan, lanjut dia, pada pelaksanaan Pemilu serentak nanti (17 April 2019), para pemilih akan diberi 5 lembar kertas suara dengan 5 warna berbeda. Hijau untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota, Biru untuk memilih DPRD Provinsi, Kuning untuk memilih DPR – RI, Merah untuk memilih DPD – RI dan warna abu- abu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here