Meski dengan segala keterbatasannya, Supendi dengan tekun dan telaten tetap mengurus anak dan ibunya ayng tengah sakit

Laporan : Aldan

Cianjur, metropuncaknews.com – Nasib Supendi (34) warga Kampung Mayak Empang RT 01/04 Desa Mayak Kecamatan Cibeber Cianjur Jawa Barat, sungguh sangat-sangat memprihatinkan. Betapa tidak, ditengah kondisi sosial ekonominya yang morat-marit, ia harus mengurus anak kandung Adah (16) dan ibu kandung Iin (65) yang mengalami sakit  sudah belasan tahun yang tak kunjung sembuh, setelah ditinggal isterinya cerai.

Meski demikian, Supendi dengan segala keterbatasan, tetap mengurus dua orang yang ia kasihi. Padahal, Supendi sehari-hari hanya sebagai  tukang kuli serabutan. Kalau ada pekerjaan, ia bisa mendapt uang. Tapi kalau tidak ada pekerjaan, ia sekeluarga harus rela melawan rasa lapar. Karena itulah, Supendi tak bisa membawa kedua orang kesayangannya untuk berobat   ke dokter atau ke Puskesmas.

” Ada buat makan saja sudah alahamdulilah, apalagi  untuk memabawa mereka berobat ke ke dokter uang darimana,” ujar Supendi saat ditemui di rumahnya, sambil mengelus kepala ibunya, Minggu (15/4).

Supendi mengatakan, ia sampai saat ini tidak tahu penyakit yang menimpa anak semata wayangnya itu. Padahal semenjak Adah lahir umur sampai satu tahun dalam kondisi normal. Namun menginjak usia satu tahun lebih Adah sakit panas. Hingga sekarang sudah umur 16 tahun kondisinya sangat memperihatinkan.

” Saya hanya bisa pasrah saja melihat kondisi anak saya yang tidak bisa bergerak sama sekali, kedua tangan kedua kakinya mengecil. Sehingga setiap hari saya harus menjaganya,” tutur Supendi, dengan suara parau menahan tangis.

Sedangkan  setiap hari, lanjut Supendi, ia dan keluarganya  harus makan. Untung saja masih ada tetangga yang baik. Tapi dari pihak pemerintahan desa, kecamatan mau pun kabupaten, Supendi menyebutkan, sampai saat ini belum ada yang datang.

” Saya  berharp sekali kepada pemerintah agar bisa membantu untuk kesembuhan anak saya dan ibu saya. Karena kepada siapa lagi kalau bukan belas kasihan dari pemerintah,” ungkapnya penuh harap.

Berdasarkan pantauan, Supendi termasuk kategori warga miskin dengan kondisi rumah ukuran 6×4 sudah lapuk dimakan usia. Selain itu tidak pernah mendapatkan bantuan program apapun dari pemerintah setempat mau pun pemerintah daerah.

Karena itu Supendi sangat mengharapkan uluran tangan para dermawan. Nah, bagi para dermawan yang ingin membantu meringankan beban Supendi, bisa ,emghubungi langsung ke alamat Supendi seperti yang tertera diatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here