Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sumur gali yang baru selesai digali sedalam 4 meter, milik Titing (35) warga Kampung Cileutik RT 02/06 Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, sudah pekan belum juga mengeluarkan air,

Namun ketika dikontrol dan dividio pemiliknya, Jumat (23/10) sekira pukul 06.00 WIB, tiba-tiba ada suara laki-laki yang mengema menyuruh sumur tersebut digali lagi. “Jeuroan deui atuh,” ujarnya dalam logat Sundanya kental. Karuan saja kejadian tersebut membuat merinding buku kuduk dan menggegerkan warga setempat.

Pemilik sumur Titing menjelaskan, Kampung Pasir Leutik Desa Cipeuyeum, tiap musim.kemarau selalu kesulitan air bersih. Karena itu, pada musim kemarau ini, Titing menyuruh tukang untuk membuat sumur gali yang lokasinya berada di belakang rumahnya.

Setelah sepekan membuat sumur hanya mampu menggali sumur sedalam 4 meter. Airnya masih belum keluar normal, paling hanya 10 liter. Maka pada Jumat (23/10) pukul 06.00 WIB, karena penasaran Titing bersama anak bungsunya, melihat sumur kebelakang rumah sambil dividio dengan menggunakan kamera Android miliknya.

Ketika kamera vidio ditujukan ke dalam sumur sambil berkata baru segitu airnya,  tiba – tiba anaknya menjawab,”enggak” saat itu tak menaruh curiga apapun. Namun setelah sampai di dalam rumah,  Vidio hasil rekaman barusan diputarnya ulang.

Ternyata rekaman vidio tersebut mengeluarkan suara aneh. Seolah ada kakek-kakek berdialog dengannya. ” Baru segini airnya,” ada jawaban suara,” jeroan deui atuh (gali lagi dong-red),” yang keluar dari dalam sumur dan dijawab anak Titing,” Enggak”. “ Padahal saat itu tidak ada orang lain kecuali saya dan anak sayanya. Kejadian tersebut membuat merinding bulu kuduk dan membuat geger warga setempat,” tutur Titing.

Sementara itu,  Anggota LPM Desa Cipeuyeum, Iryanto (50) mengatakan, memang benar adanya di dalam rekan Vidio milik  Titing, dari dalam sumurnya terdengar suara kakek – kakek berkata,” jeuroan deui atuh,” mengema, hingga ia pun merinding juga kaget.

“ Kalau memang suara itu asli dari dalam sumur yang baru selesai dibangun, itu jangan dibesar besaran apalagi dikait-kaitan dengan mistis, karena takut terjadi musrik, lebih baik semuanya kembalikan pada Allah Swt, karena semua itu kehendaknya,” kata Yanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here