Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Muhamad Suleman (10) anak bungsu  pasangan suami istri (Pasutri) Salim dengan  Siti Nurwahidah, warga Kp. Bobodolan RT 04/05 Desa Ramasari Kecamatan Haurwangi Cianjur. Pada Senin (13/07) kemarin, sekira Pukul 12,30 Wib, dikabarkan hilang dibawa orang tak dikenal dengan naik motor Honda Beat warna merah.

Kabar tersebut membuat banyak pihak prihatin dan turut membantu mencari si anak yang hilang tersebut. Selang beberapa jam kemudian, tepatnya sekira pukul 19, 30 Wib, Muhammad Sulaeman ditemukan di halaman mesjid Jami Nurul Hikmah. Yakni di lingkungan bekas Rumah Makan Setuju Tungturunan Kecamatan Sukaluyu Cianjur.

Menurut informasi yang diterima awak media, Sulaeman ditemukan Kang Andri, pengurus mesjid Jami Nurul Hikmah. Sulaeman ditemukan setelah selesai Shalat magrib dalam keaadaan linglung, tak sadarkan diri.

Namun selang beberapa menit, Andri melihat pengumuman di Medsos dan membacara berita online tetang adanya kehilangan anak dan No. HP yang harus dihubungi tertera di media online dan di medsos.

Andri pun segera menghubungi nomor HP tersebut. Ternyata nomor yang dihubungi itu adalah Alex, salah seorang stap Desa Ramasari. Saat itu pula Andri memberi tahukan jika Sulaeman ada dengan dirinya sekaligus memberi tahu alamat tempat Sulaeman ditemukan.

Setelah mendapat informasi tersebut, Alex dibarengi keluarga korban langsung menuju mesjid Jami  Nurul Hikmah di Tungturunan. Setelah diketahui pasti anak tersebut adalah Sulaeman, keluarga langsung membawa pulang Sulaeman.

Sesampainya dirumah, Sulaeman masih juga belum sadar. Setelah ditunggu beberapa saat, baru Sulaeman bisa siajak bicara.

Kuat dugaan, Sulaeman telah menjadi koeban hipnotis orang tak dikenal yang membawanya. Sulaeman menceritakan, selama diperjalanan mulai dari Kp. Bobodolan Desa Mekarsari, ia dibawa mutar kesetiap peloksok kampung. Hingga menuju Jangari dan sampai disimpan di halaman Masjid Jami Nurul Hilmah.

Menurut Sulaeman, disetiap kampung Sulaeman disuruh maling kucing anggora, sepeda gunung, motor dan barang berharga lainnya. Namun Sulaeman tak mau disuruh maling barang apapun. “ Sebelum sampai si Jangangi sempat berhenti di salah satu warung, disuruh ngopi dan merokok, itu pun ditolaknya,” ucap Erni kakak Ibunya Sukaeman pada awak media.

Sementara itu, salah seorang staf Desa Ramasari Alex (45) mengatakan,  setelah Shalat magrib, pihaknya dihubungi Andri pengurua Mesjid Jami Nurul Himah. Andri menyebutkan, Sulaeman ada bersama dirinya dalam keadaan linglung.

Setelah dikunjungi ternyata benar, anak tersebut adalah Sulaeman yang siang tadi dikabarkan hilang. Namun kondisinya agak linglung. Mungkin hal itu sebagai dampak dari hipnotis oleh  orang tak dikenal.

Selanjutnya Alex mengimbau pada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang punya anak anak usia 15 tahun ke bawah. Karena sekarang ini sudah ada lagi modus penculik anak yang akan dijadikan maling dibawak pengaruh hipnotis. “ Seperti halnya terjadi pada diri  Suleman yang hampir menjadi korban,” ucap Alex.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here