Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Belum lama ini 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Wanasari Naringgul Cianjur Selatan, mengundurkan diri.

Hal itu terjadi, berkat bimbingan pendamping PKH. Salah seorang yang mundur dari penerima PKH adalah Ani ( 40) warga Kampung Citeureup RT 03/06 Desa Wanasari. Pasalnya, Ani terbilang sukses dibidang usaha yang digelutinya. Karena itu, ia secara sukarela mengundurkan diri dari KPM PKH.

Menurut informasi yang diterima, Senin (20/07), usaha produksi pisang sale dan keripiknya (lantak) yang ditekuni Ani, bisa menghasilkan omset jutaan rupiah setiap bulannya bulannya. Bahkan Ani pun mampu mempekerjakan orang lain yang rata-rata perekonomiannya tidak mampu atau pengangguran.

Kepada awak media Ani mengatakan, meskipun usahanya masih kecil tapi ia ingin memberikan kesempatan kepada warga lain yang tingkat perekonomiannya masih kurang.

” Alahamdulilah dengan usaha produksi pisang sale dan keripik bisa mencukupi dan bisa membantu keluarga untuk makan sehari-hari, selain itu bisa memberi ruang pekerjaan untuk tetangga,” ungkap Ani.

Sambung Ani, penghasilan usaha sale pisang dan kripiknya rata-rata dalam sebulan bisa mendapat Rp. 2 juta rupiah bersih sisa potongan modal dan bayar upah pekerja.

” Ya, tentunya saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah selama ini, sejak tahun 2018 sudah membantu dengan memberikan bantuan PKH. Saya juga bersyukur selama menjadi peserta PKH banyak mendapat ilmu berkat bimbingan pendamping PKH dan mengikuti seminar Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2P2K), dan kini bisa membuka usaha mandiri,” tandasnya.

Sementara itu pendamping PKH Desa Wanasari, Supriatna merasa senang dan sangat bangga melihat keberhasilan Ani dan lainnya yang berhasil. Sehingga rela mengundurkan diri dari KPM PKH dan memberikan kesempatan kepada warga kurang mampu.

“Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya, dan tujuan dari program tersebut bisa benar-benar tercapai. Artinya bisa terasa manfaatnya dan masyarakat tidak ketergantungan pada bantuan pemerintah saja,” ungkap Supriatna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here