Ilustrasi

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – ST (20) warga Kp. Sukamaju, Desa. Caringin Kecamatan Cijati, Cianjur Selatan dan RJ (21), Warga Jln Selamat Riyadi, Kelurahan Kebon Manggis Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, berswafoto berduaan di Kebun teh Pasir Nangka, Kecamatan Sukanagara, Kecamatan Cianjur, Rabu 28/10 sekira pukul, 17.00 WIB. Setelah berswafoto, ST mendadak mules dan langsung melahirkan bayi laki – laki mungil.

Imformasi yang dapat dihimpun, lahirnya bayi mungil di kebun teh Pasir Nangka itu, diguga hasil hubungan gelap antara ST dengan RJ. Karena, setelah selesai melahirkan. ST beserta RJ, berpura pura menemukan bayi sambil menyerahkannya  pada  Bayu, salah seorang pemilik Warung di pinggir jalan. Tepatnya di Kampung  Ciasmay RT 005/007 Desa Sukakarya,  kecamatan setempat.

Karuan saja Bayu menerima bayi tersebut selain kaget juga merasa ada yang aneh juga menaruh curiga pada ST. Karena di celana panjang ST yang sedang dipakai terlihat basah kuyuk dengan darah dan saat itu pula bayi diserahkan ke Bidan terdekat sambil ST nya dibawa.

Setelah sampai di Rumah Bidan Iis, ST langsung dirawat dan ditanya tentang kronogi penemuan bayi dan tentang dirinya. Setelah diperiksa ternyata ST mengaku kalau bayi tersebut, bukan hasil temuan. Melainkan lahir dari ramim ST sendiri yang dilahirkan di Kebun Teh Pasir Nangka, ketika sedang berswafoto bersama kekasihnya RJ.

Sebelum ST melahirkan bayi, ST pulang dari rumah orang tuanya di Kecamatan Cijati. Namun kedua orang tuanya tak menerimanya, hingga ST pergi entah hendak kemana. “ Namun sesampainya di Kebun Teh, ST dan RJ istirahat sambil Selfie,” kata Muwardi (45) warga Ciasmay.

Sementara itu, Bidan Desa Iis (40) menambahkan, memang benar adanya, pihaknya telah kedatangan warga setempat dengan membawa bayi laki-laki seberat 2,6 Kg bersama Ibu bayi tersebut.  

Atas kejadian tersebut, pihaknya fokus pada perawatan bayi dan ibunya. Karena kasihan takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan, bayi beserta ST langsung diberikan ke pihak Puskesmas Sukanagara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diobservasi. Sementara Bidan Iis fokus pada penanganan bayi dan ST. Sedangkan mengenai kronogi kejadian dan alamat pelaku, itu pihak Polsek Sukanagara yang lebih berkompenten untuk menangani masalahnya. “Kini semuanya sudah ditangani pihak kepolisian,” tutur Iis, Kamis (29/10) pada awak media.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here