Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemerintah Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur Kota, menegaskan, tidak pernah memerintahkan siapapun untuk memungut atau meminta imbalan pada penerima bantuan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) mau pun pada penerima Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM).

Karena pada prinsipnya, target pemerintah pusat adalah pelaku usaha mikro atau UMKM yang terdampak Covid-19. Namun ada yang menjadi kekhawatiran. Yakni adanya oknum perangkat Kelurahan yang meminta atau memungut uang dari penerima BPUM.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Selasa (10/11) awak media menerima informasi adanya dugaan pungli pada penerima BPUM di salah satu keRTan di Kelurahan Sayang. Pada keesokan harinya, Rabu (11/11) wartawan metropuncaknews.com mencoba mengkomfirmasi terkait adanya pelaporan yang terdengar janggal itu.

Kasi Kesra Kelurahan Sayang Deni saat ditemui Rabu (11/11), awalnya ia mengaku tidak mengetahui adanya oknum yang diduga meminta atau memungut imbalan dari penerima BPUM. Namun setelah dijelaskan lebih detil terkait oknum tersebut, ia pun mulai paham dan menyampaikan kronologis yang sebenarnya.

” Mengenai adanya dugaan oknum yang meminta atau memungut imbalan itu bukan Ketua RT ataupun perangkat kelurahan, melainkan orang yang mengatasnamakan kelurahan. Karena sampai hari ini pun, kami tidak mengetahui berapa jumlah penerima dan siapa saja yang menerima BPUM di Kelurahan Sayang ini,” terang Deni.

Lanjut Deni, sebenarnya pihaknya juga menerima laporan dari keluarga penerima BPUM terkait oknum itu melalui telepon kemarin. “Pada malam harinya saya langsung memanggil yang bersangkutan, dengan maksud untuk meluruskan/klarifikasi. Dan kami pun tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukan hal yang tidak terpuji itu, karena bisa berdampak negatif bagi kami,” ujarnya.

Deni menegaskan, kalau tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan melebar dan menimbulkan masalah baru. Karena sudah jelas penerima BPUM itu sedang membutuhkan modal untuk kelangsungan usahanya. “ Kalau diminta atau dipungut imbalan bagaimana bisa melanjutkan usahanya tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Sayang Syahdan Firmansyah S.STP, saat dimintai keterangan terkait dugaan adanya oknum yang melakukan pungli mengatakan, dirinya merasa kaget. Karena pihaknya sama sekali tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu.

” Jika ada pemungutan atau meminta, apalagi sekarang kan masyarakat lagi membutuhkan sebagai penerima manfaat, kalau ada yang meminta jangan dipercaya kalau ada oknum kelurahan yang meminta,” kata Syahdan.

Setiap hari sambung Syahdan, pihaknya selalu mengingatkan  terutama ke perangkat kelurahan disini jangan seperti itu terkait bantuan apapun. Apalagi yang berkaitan dengan Covid-19 sedikit banyak berapapun yang kita minta pasti akan jadi ramai.

” Bayangkan disaat masyarakat lagi butuh, terus kita potong pasti bakal jadi masalah. Nah maka dari itu hindarkan hal-hal seperti itu. Saya juga menekankan kepada pak kasi yang menanganinya, supaya jangan sampai terjadi seperti itu. Kita belajar dari kejadian di Cikalong yang menjadi rame, kita nggak mau jadi seperti itu, uangnya juga nggak seberapa tapi jadi permasalahan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here