Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Semenjakdiberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di setiap perempatan jalan desa dan jalan masuk gang di desa yang ada di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, terpampang spanduk larangan masuk. Spanduk tersebut ditujukan langsung pada kolektor  bank keliling, kosipa, Komida, Sariah, Bank Emok dan  kolektor bank lainnya.  

Ketua RW 08 Desa Ramasari Kecamatan Haurwangi Edi (45) menjelaskan, pemasangan spanduk itu dilakukan atas dasar hasil kesepakatan dengan masyarakat. Utamanya yang meminjam uang pada para kolektor bank yang sering datang ke setiap kampung di Desa Ramasari. Hal itu terjadi bukan hanya di wilayah Desa Ramasari saja, tapi diseluruh kampung yang ada di Kecamatan Haurwangi.

Sayangnya, spanduk larangan masuk tersebut, hanyalah slogan semata. Karena nyatanya, para kolektor simpan pinjam, MBK, Kosipa, Komida, Sariah, bank Emok dan sejenisnya tetap saja tiap saat datang bergantian. Hal itu terjadi karena saling membutuhkan hingga sulit untuk dilarangnya.

Biarpun seperti itu, tetap saja bila mau masuk perkampungan terlebih dahulu diperiksa suhu badannya. Harus memakai masker dan bila masuk rumah penduduk diwajibkan bersuci tangan terlebih dahulu.

“ Bila ada suhu badannya melebihi target yang ditentukan maka disuruh pulang kembali,” jelas Edi.

Dilain pihak, salah seorang tokoh  masyarakat Kecamatan Haurwangi, Mahram (55) menambahkan, pemasangan spanduk itu diprakasai Karang Taruna di masing-masing desa. Karena pada spanduk itu tertera loga Karang Taruna.

Namun, sebesar apapun spanduk dipasang. Nampaknya tidak akan ada efek jera bagi para kolektor. Karena uang merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Biar pun bunganya setinggi langit tetap saja bank keliling, kosipa, Komida, Sariah dan sejisnya laku pesat ditengah masyarakat kecil. Sebab selain mudah cair juga diantar dan diambil ke rumah.

“ Karena itu diharapkan pada pihak pemerintah agar segera memulihkan perekonomian masyarakat. minimal masyarakat kecil bisa memiliki penghasilan tetap,” ujar Mahram pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here