Aktivis lingkungan hidup

Laporan : Shandi 

Cianjur metropuncaknews.com, – Ratusan aktivis lingkungan hidup hadiri sosialisasi kebijakan pemerintah tentang pencegahan perusakan kawasan hutan di daerah aliran sungai Citarum. Kegitan tersebut digelar di gedung KNPI Kabupaten Cianjur, Jumat (15/2) kemarin.

Berbagai materi tentang lingkungan disampaikan oleh tiga narasumber dari Kementeriann Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur dan Sekretaris GRN.

Ditemui di sekretariatnya, Acep Setiadi Wakil Ketua Gerakan Resik Nusantara (GRN) mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan program-programnya ke tingkat desa dan sekolah.

” GRN akan terus menggelorakan kepada relawan-relawan yang ada di Cianjur, mulai dari siswa SMA/sederajat untuk menjadi duta sampah untuk dijadikan sebagai motor penggerak gerakan lingkungan di Cianjur ini,” kata Acep, Sabtu (16/2).

Lanjutnya, selain itu juga akan mendorong aparatur pemerintah di level yang paling bawah yaitu Desa, untuk membangun sebuah tatanan lingkungan hidup yang sehat. Hal itu harus dipraktekkan di masyarakat langsung. “ Hingga jadi penyadaran sekaligus pemberdayaan masyarakat akan terwujud,” tambahnya.

Adapun upaya yang saat ini dijalankan oleh anggota GRN dalam kegiatan sosialisasinya, memberikan edukasi-edukasi kepada target-target pokok untuk dijadikan sebagai motor di setiap daerah.

Acep menegaskan, untuk membangun suatu kawasan ekologis tentang lingkungan ini berbicaranya harus berbicara sopan yang utuh sesuai aturan program yang akan dijalankan ke tingkat desa. Sehingga bisa dilaksanakan oleh masyarakat, karena melihat dari para tokoh masyarakat mereka nampak sangat antusias. “ Saya yakin tokoh- tokoh tersebut akan menjadi pioner penyelamatan lingkungan di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Sementara saat dihubungi melalui telepon seluler Sekretaris Jenderal Direktur KLHK Ir. Kemal Amas M.Si mengatakan, sinergisitas semua pihak harus dibangun untuk mewujudkan ‘Citarum Bersih atau Citarum Harum’. 

” Kegiatan yang sekarang ini adalah pembahasan mengenai program Citarum Bersih atau Citarum Harum, itu harus dilakukan oleh semua pemangku kebijakan mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat pun harus dilibatkan untuk terjun langsung,” ucapnya.

Kemal Amas melanjutkan, tujuan dari kegiatan yang dilakukan ini, merupakan sosialisasi penegakan hukum untuk pengamanan lingkungan hidup. Ada pun penyampaian materi-materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber. Sehingga masyarakat akan paham tentang bagaimana sikapnya terhadap lingkungan.

Seperti misalnya banyak kondisi sungai yang rusak (tercemar) terutama di daerah aliran sungai yang dekat pabrik. Maka dari itu kita sampaikan kepada masyarakat supaya tidak melakukan pencemaran atau hambatan dan gangguan apapun pada aliran sungai. Hal itu sangat penting guna kelangsungan hidup berbagai ekosistemnya.

” Intinya penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kita atau siapapun itu, harus sama-sama mempunyai pemikiran dan gerakan yang sama untuk menjaga lingkungan hidup,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here