Ratusan sopir angkot dan ojeg pangkalan, mendatangi kantor DPRD Cianjur. mereka menuntut, angkutan berbasis online di Cianjur ditutup.

Laporan : Sehu

Cianjur, metropuncaknews.com – Ratusan sopir Angkot dan ojeg pangkalam yang tergabung dalam Paguyuban Motor Ojeg Cianjur (PMOC) mendatangi kantor DPRD Cianjur, Kamis (19/04). Paea pendemo ini menuntut agar Pemkab Cianjur menutup angkutan berbasis online. Pasalnya, para pendemo menilai, angkutan online di Cianjur belum mengantongi izin operasonal.

Karuan saja, apa yang dilakukan sopir angkot dan ojeg itu, membuat calon penumpang terlantar. Terutama kaum ibu rumah tanggga yang hendak melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti ke pasar dan menjemput anak sekolah. Mereka terpaksa jalan kaki untuk mencapai tujuan. Karena tak ada angkot yang beroperasi.

Sementara, ratusan sopir angkot dan ojeg pangkalan melakukan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Cianjur. Mereka menuntut, operasional angkuyan berbasis online di Cianjur ditutup. Karena, menurut para pendemo, selain belum memiliki izin operasinal juga dinilai merugikan sopir angkot dan ojeg pangkalan.

Perwakilan para pendemo diterima Ketua Komisi I Atep Hermawan. Menurut Atep, pihaknya dan juga pemerintah daerah tak bisa mengambil kebijakan langsung. Karena tuntutan tersebut merupakan kebijakan pusat.

Selanjutnya Atep mengatakan, pekan depan, Komisi III, Dishub dan perwakilan POMC akan mendatangi kantor Kementerian Perhubungan untuk memperjuangankan aspirasi PMOC.

“ Kami akan membantu semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi mereka, namun bagaimana hasilnya, itu tergantung pemerintah pusat,” kilah Atep.

Ketua POMC Husen mengatakan, sejak beroperasinya ojeg online, penghasilan ojeg pangkalan menurun drastis.  Sementara, beberapa kali audensi dengan pihak Dishub, tidak membuahkan hasil yang maksimal.

“ Kami tidak puas dengan hasil audensi yang dilakukan beberapa kali dengan Dishub Cianjur. Kami menuntut ojeg online ditutup, kalau tidak ada kepastian, kami akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi,” ujar Husen dengan nada tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here