Laporan : Lutfi Yahya

Sukabumi, metropuncaknews.com – Beredarnya kabar dugaan adanya pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Negeri 3 Cisande Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi, .mengundang perhatian semua pihak.

Terkait hal tersebut, Ketua PGRI H.Supadna, S.Pd.M.M. dan Ketua KelompoK Kerja Kepala Sekolah (K3S) Hj.Suminat, S.Pd. angkat bicara untuk mengklarifikasi beredarnya pemberitaan tersebut kepada para awak media.

Ketua PGRI dan Kepala SD Negeri 3 Cisande H.Supadna, S.Pd, MM menegaskan, kabar adanya pemotongan Dana PIP itu tidak benar alias hoaxs.

“ Saya hanya mengimbau khusus kepada siswa yang masih memiliki tunggakan agar  melunasi tunggakannya dari uang tersebut, dan himbauan tersebut setelah dana PIP itu mereka terima. Jadi sekali lagi saya jelaskan itu tidak ada pemotongan,” tegasnya.

Terkait dengan dana PIP tersebut, Supadna juga mengatakan, Dana PIP tersebut diberikan pada siswa sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan yang tertuang di Pasal 51 ayat (5) huruf c. Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan menyebutkan, sumber pendanaan pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah berasal dari pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya.

Pasal 1 angka 4 dan angka 5 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah menyebutkan, a. Pungutan pendidikan yang selanjutnya disebut dengan pungutan adalah penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik orang tua atau walinya yang bersifat wajib mengikat serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan.

b. Sumbangan pendidikan yang selanjutnya disebut dengan sumbangan adalah pemberian berupa uang atau barang atau jasa oleh peserta didik, orang tua atau walinya baik perseorangan maupun bersama-sama masyarakat atau lembaga secara sukarela dan tidak mengikuti satuan pendidikan.

Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program bantuan tunai pendidikan untuk anak usia sekolah (enam sampai 21 tahun) dari keluarga miskin dan rentan miskin yang mengikuti pendidikan formal maupun nonformal.

Bantuan PIP, yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), nilainya Rp.450.000,- per tahun. Untuk peserta didik SD/MI/Paket A, Rp.750.000,- per tahun. Untuk peserta didik SMP/MTS/Paket B dan untuk peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C Rp1 juta per tahun.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Hj.Suminar, S.Pd. Selanjutnya Suminar mengatakan, siswa dan wali murid penerima bantuan dana PIP,  kami panggil ke sekolah untuk mengambil hak nya. Saat itu pihaknya sampaikan pada siswa dan wali murid bahwa yang belum melunasi biaya pendidikan agar segera melunasinya. Khususnya untuk pembayaran sampul raport. Karena hanya itu salah satu yang bisa menjamin biaya administrasi siswa ke sekolah.

Supadna menambahkan, artinya, disitu tidak ada istilahnya pemotongan ataupun pungutan. “ Itu murni dibayarkan untuk tunggakan siswa yang belum memenuhi kewajiban adminstrasinya ke sekolah,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here