Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Terjadinya beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bercampur biji plastik di Kabupaten Cianjur, menjadi trending topik seakan merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB).  

Hal itu terjadi lantaran Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, kurang proaktif berkoordinasi dan mensinergikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Termasuk Himbara bahkan Perum Bulog terhadap berbagai jenis Bansos.

Kepada awak media, Senin (29/09). Ketua Komisi D, Sahli Saidi, mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Cianjur diwajibkan memperbaiki data secara terus menerus. Sehingga data KPM penerima bansos valid dan sinkron dengan data Pusdakin Kemensos.

” Ya, hal itu perlu dilakukan untuk menjamin terwujudnya ketepatan dan kesesuaian penerima manfaat,” kata Sahli Saidi.

Dalam melaksanakan tugas pengawasan pendistribusian beras BPNT oleh pihak supplier di wilayah kecamatan masing-masing pun kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menjadi singgungan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur.

” Pelaporan atas polemik BPNT ini banyak kita terima, seperti beras tidak berkualitas, buah, sayuran daging busuk dan sekarang beras bercampur biji plastik. Nah, itu jelas satu bentuk kelalaian TKSK yang artinya kinerjanya tidak baik,” ujar Sahli.

Selanjutnya Sahli menyampaikan, sebelum bantuan itu disalurkan kepada KPM diharapkan TKSK, Kepala Desa, E-warung dan Camat  memeriksa dulu dan menimbang bantuan tersebut.

” Nah, tugas TKSK inilah yang harus memeriksa bantuan itu, artinya jangan sampai setelah disalurkan baru muncul berbagai pelaporan jadi TKSK yang bermasalah itu harus diganti berikut suppliernya,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Bojongpicung, Ejen Jaenal Mutaqin mengatakan, untuk kedepannya hal itu idak akan terulang lagi.

” Saya tidak mau warga saya ini dizalimi dengan beras yang tercampur dengan biji plastik. Karena kalau sudah termakan, benda seperti itu memang tidak seharusnya masuk kedalam perut,” kata Camat Bojongpicung.

Ejen mengharapkan, kejadian seperti itu tidak tidak terulang lagi. Entah itu beras bercampur biji plastik atau pun komoditas-komoditas lainnya. Seperti daging yang busuk ataupun yang lainnya.

” Kita ini bekerja untuk melayani masyarakat, jadi dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here