Laporan : Sam /Iryanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Mosi tidak percaya terhadap kinerja H. Ayi Lukmanulhakim sebagai Kepala Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, terus dipertanyakan warga hasilnya. Hingga masyarakat minta Kepala Desa Sindangraja mundur dari jabatannya.

Hal itu diungkapkan wara Desa Sindangraja dalam spanduk ketika warga melakukan aksi ujuksara (Unras) ke kantor Desa Sindangraja, Selasa (29/6/2021).

Massa yang hadir kurang lebih sekitar seratus orang. Setelah selesai orasi, beberapa perwakilan masyarakat melakukan audensi dengan Forkopimcam Sukaluyu, Apdesi, BPD dan tokoh masyarakat. Audensi tersebut digelar di ruangan Kantor Desa.

Koordinator Aksi unjukrasa Muhamad Ridwan (50) mengatakan, Unras dilakukan tiada lain meminta Kepala Desa Sindangraja H. Ayi Lukmanulhakim mundur dari jabatannya. Karena meresahkan masyarakat dan masyarakat sudah tidak percaya terhadap kinerja H. Ayi Lukmanulhakim.  

Selain itu sambung Ridwan, Kepala Desa masuk Kantor Desa beberapa hari yang lalu tidak melakukan  musyawarah terlebih dahulu. Padahal Kepala Desa masih banyak masalah dengan masyarakat.

Ridwab juga mengatakan, biaya unras  untuk membuat beberapa helai spanduk, itu hasil urunan dari masyarakat. Tidak  ada paksaan dan seluruh warga yang hadir itu kemauan sendiri.

Spanduk yang berlukiskan,” Kami  warga masyarakat Desa Sindangraja menuntut H. Ayi Lukmanulhakim supaya diberhentikan dari jabatannya, karena kinerja Kades dinilai sudah meresahkan warga. “ Karena itu, warga minta kepada pihak yang berkompenten agar Kepala Desa Sindangraja H. Ayi Lukmanulhakim segera diberhentikan,” ujarnya menegaskan.

Sementara itu, wakil BPD Sindangraja Hendrayana (45) menambahkan, Unras yang dilakukan warga, itu menuntut hak mereka. Padahal jauh sebelumnya sudah difasilitasi untuk melakukan musyawarah antara kepala desa dengan masyarakat.

Namun untuk sekarang, seluruh permasalahan sudah ditangani pihak Pemkab Cianjur dan seluruh warga hanya tinggal menunggu keputusan pihak Pemkab Cianjur. ” Apa kepala itu mundur atau tidak itu harus diterima semua pihak dengan bijak,” jelasnya.  

Selain itu, pihaknya mengharapkan pada seluruh masyarakat, agar jangan lagi melakukan unras yang sipatnya berkerumun dan mengerahkan massa. “ Karena sekarang sedang tingginya penularan  pendemi Covid-19,” kilahnya.

Dilain pihak, Kapolsek Sukaluyu AKP Anaga Budiharso, S.I.K, M. Si mengatakan, Unras menuntut kepala Desa Sindangraja harus segera mundur, itu telah dilakukan audensi musyawarah dan permasalahan Kepala Desa sudah ditangani pihak yang berwenang di Pemkab Cianjur. Masyarakat hanya tinggal menunggu hasilnya.

Harapan kedepan, berhubung sekarang sedang tingginya penularan pandemi Covid 19, seluruh masyarat tidak lagi melakukan Unras yang mengundang banyak orang atau terjadinya kerumunan. “ Hal itu berlaku tidak hanya untuk warga Desa Sindangraja saja melainkan untuk meluruh warga yang ada di wilayah hukum Polsek Sukaluyu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here