Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknes.com
Ketika anggota DPRD Komisi A, DPMD, Itda Kabupaten Cianjur melaksankan Investigasi mendadak (Sidak) ke Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dihadiri Forkopimcam Sukaluyu, seketika didatangi ratusan warga Pengunjukrasa, Rabu (27/10/2021).

Unjukrasa tersebut, menuntut Kepala Desa Sindangraja H. Ayi Lukmanulhakin minta segera mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desanya, karena warga sudah tidak percaya lagi dipimpin H. Ayi Lukmanul Hakim.

Tokoh masyarakat Desa Sindangraja Cece (45) menerangkan, terjadinya warga melakukan unjukrasa ke Kantor Desa Sindangraja, itu merupakan buntu dari unjukrasa sebelumnya. Hingga kini, warga Desa Sindangraja sudah 4 Kali melakukan Unjukrasa, karena emosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Sindangraja Ayi Lukmanulhakin sudah cukup tinggi.

“Kepala Desa Sindangraja H Ayi telah melakukan kesalahan terkait unsur sara pada ulama setempat, pimpinan pondok pesantren Kedung dan cara kerja kurang begitu baik,”

Juga benar adanya, bahwa unjukrasa itu dilakukan dengan spontan, karena warga mendengar adanya Kepala Desa sedang berada di Kantor dan kebetulan sedang ada tamu dari Kabupaten Cianjur, diantaranya anggota DPRD Komisi A, DPMD, Irda Cianjur, Camat, Polsek Sukaluyu beserta jajarannya kepada Kepala Desa Sindangraja dan berkumpul di aula Desa.

Dan massa pengunjuk rasa terus bertahan hingga sore sambil membisingkan suara motornya. Keamanan dari Polres Cianjur dan polsek Sukaluyu tetap Siaga memantau Unjukrasa, sedangkan Kepala Desa bertahan di dalam ruangan kerjanya.

“warga tetap saja menginginkan Kepala Desa Sindangraja H. Ayi Lukmanulhakin segera mengundurkan diri dari jabatan kepala desanya,” Ucap Cece.

Kepala Desa Sindangraja H. Ayi Lukmanulhakin menambahkan, memang benar adanya bahwa pihaknya sedang menerima tamu anggota DPRD Cianjur, Pemkab Cianjur dan dari Kecamatan Sukaluyu.

Seketika warga datang unjuk rasa, hingga acara sidak bubar. Tujuan untuk warga menuntut pihaknya mundur, tapi kenapa minta nuntut mundur, padahal selama ini tidak pernah mengganggu masyarakat? Kalau mengenai adanya tudingan sara itu tidak benar, terlalu mengada-ngada karena keluarga Kiyai dan keluarga saya masih satu keluarga.

“keluarga Kiyai dengan istri saya masih satu keluarga, jadi tak mungkin saya melakukan kesalahan sara,”

Kalau mengenai harus mundur menjadi Kepala Desa , pihaknya siap mundur asal berdasarkan aturan yang berlaku dan selama ini pihaknya tidak merasa adanya kesalahan terhadap masyarakat maupun pada Pemerintah,” Ucapnya.

Kapolsek Sukaluyu AKP Yayan mererangkan, pihaknya membenarkan bahwa tadi pagi pihaknya jug forkompincam dan tang lainnya sedang menghadiri sidak dari anggota DPRD Cianjur Komisi A, secara sepontanitas warga datang melakukan unjukrasa hingga acara sidak bubar.

Selain itu pihaknya melakukan audensi dengan BPD, Masyarakat dan Kepala Desa, namun tetap belum membuahkan hasil yang sangat signifikan.

Saat itu, demi keamanan dan ketertiban, maka pihaknya langsung menurunkan anggota dari Polsek Sukaluyu, Ciranjang dan Dalmas sebanyak 1 peleton, dari Polres Cianjur hinnga terlaksana suasana kondusif juga dalam waktu dekat pihaknya akan terus memfasilitasi antara Kepala Desa dengan masyarakat Sindangraja supaya permasalahannya cepat selesai, Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here