Haruskah tumpukan sampah ini dibiarkan ?

Laporan : Cece/Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Penumpukan sampah di Kampung Babakan Cipaku Rt. 03/01 Desa Cisarandi Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Karuan saja, hal tersebut sangat mengganggu masyarakat dan pengguna jalan. Pasalnya aroma tak sedap, terasa sangat menyengat hingga membuat masyarakat dan pengguna jalan merasa tak nyaman saat melintas di jalan tersebut.

jika tak disikapi dengan serius permasalahan tersebut, diyakini akan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Para pengguna jalan dan warga sekitar yang jelas sangat terganggu dengan keberadaan sampah yang semakin hari kian menumpuk.

Adalah Dadi (43) warga sekitar mengatakan, keberadaan sampah  menumpuk di dipinggir jalan itu, menurutnya  merupakan pelanggaran besar. Karena bau busuk sampah sangatlah tidak nyaman bagi orang yang melewati jalan itu. 

” Maunya sih, sampah itu diangkut semua, kami kami selaku warga sangat terganggu sekali dengan bau menyengatnya, terlebih kalau hujan turun, saya tidak kuat dengan baunya,” kata dia, Jumat (1/2) disekitar lokasi bak sampah.  

Menanggapi hal tersebut, Sekdes Cisarandi Rudi menjelaskan, sampah yang menumpuk di wilayah Babakan Cipaku itu, sudah  dimusyawarahkan. Rencananya hari ini seluruh perangkat Desa akan bergotong royong untuk mengangkut sampah itu dan membuangnya ke TPA.

” Kalau tidak segera diangkut akan berdampak kepada lingkungan, bahkan bisa menjadi sumber berbagai penyakit,” jelas Rudi.

Disisi lain, Kepala Desa Ciasarandi Endang Supriyatna saat mendiskusikan kembali hal teraebut, justru malah memberikan pendapat seolah tidak menyetujui adanya rencana perangkat Desa untuk bergotong royong mengangkut sampah ditempat tersebut. 

Ia beralasan, tumpukan sampah itu kita bakar dulu semua, nanti abunya bisa kita buang ke sungai, apalagi buang sampah ke TPA itu kan harus bayar,” tandas Endang dihadapan perangkat desa termasuk Sekdes, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan LPM dan juga awak media, Jum’at (1/2) pagi.

Sementara salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, berbeda pendapat itu wajar. Tapi sebagai seorang pemangku kebijakan ditingkat desa, harusnya bijak, bahwa saat ini keadaannya memang darurat.

“ Selain itu, dengan membakar sampah memang bisa jadi solusi, tetapi jika abunya dibuang ke sungai, itu akan merusak ekosistem di sungai dan jelas dapat mendatangkan masalah baru,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here