Engkan bersama anak dan istrinya

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Engkan (71) atau yang biasa dipangil warga Si Buntung, warga asal kampung  Lembur Tengah RT. 05 RW. 02 Desa Ciherang, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Warga yang terbilang miskin ini, mengalami cacad tangan sebelah kanan, akibat diamputansi, karena pernah tersengat listrik.

Engkan yang mempunyai dua orang anak ini, hanya bisa meratapi nasib yang telah menimpanya beberapa tahun silam. Namun, meski hanya dengan satu tangan, ia selalu berusaha keras untuk menafkahi kedua anak dan istrinya.

Demi memperjuangkan keluarga, warga miskin yang cacaf ini tidak pernah mengendorkan semangatnya dalam mencari nafkah.

Hasil pantauan media di kampung tersebut, Engkan merupakan sosok ayah pekerja keras dan tak pernah lelah.

Hal tersebut terbukti saat awak media berkunjung ke rumahnya. Engkan selalu tidak ada ditempat yang ada hanya istrinya Suminar (69).

Kondisi fisik istri Engkan pun sangat memprihatinkan, Betapa tidak, ia mengalami cacad kedua matanya (buta-red), Sungguh sangat memprihatinkan. Namun apa daya, karena kondisi sosial ekonomi yang tak menunjang, Engkan bersama istrinya  hanya bisa pasrah meratapi nasib yang dideritanya.

Terlebih Engkan dan keluarganya hanya tinggal di sebuah saung kebun milik orang lain. Ukurannya pun sangat kecil sekitar 2 X 3 m, tak ubahnya mirip kandang kambing.

Saat disambangi awak media di kediamannya, Sabtu (9/6), Suminar menyampaikan keluh kesah nasibnya. Penglihatannya gelap, bahkan ketika hendak berwudhu pun susah.

Kendati demikian, alhamduliah di bulan yang penuh rahmat dan magfirah ini,  ia bersama suami dan anaknya, masih kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Walau pun harus buka puasa dengan makan seadanya. Terkadang makan nasi kadang singkong yang penting bagi keluarga ini, ada yang bisa dimakan dan halal.

” Semenjak mata ini tak bisa melihat, saya tidak bisa membantu suami dan anak-anak saya,” aku Suminar seraya menyebutkan, syukur alhamdulillah,  Pak Lurah, menyuruh keluarga Rngkan untuk tinggal menempati dan mengurus saung kebun miliknya,

“ Besar harapan kami, untuk memiliki rumah sendiri, meskipun berukuran kecil,” tutur Suminar penuh harap.

Selain itu. Suminar sangat menginginkan kedua matanya bisa sembuh agar bisa melihat kembali. Ssehingga ia bisa membantu pekerjaan suaminya.

” Demi menapkahi keluarga, suami saya harus bekerja keras dengan satu tangan dan yang lebih memprihatinkan lagi, bagaimana dengan mental anak kami yang menjadi olokan orang lain, bapaknya buntung ibunya buta,” tuturnya.

Apa yang dilakukan Engkan dalam memperjuangkan kehidupan keluarganya, kiranya bisa menjadi inspirasi bagi semua orang untuk bertahan hidup. Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here