Jalan Naringgul kini normal kembali

Laporan : Shandi/R Dhany 

Cianjur, metropuncaknews.com – Sigap, cepat dan tepat. Itulah komentar bagi Kementerian PUPR atas upaya yang dilakukannya. Yaitu mengirim empat alat berat, pasca terjadinya tebing ambruk di kilometer 232+450 Tikungan Cicatang Kampung Cigarogol RT 01/01, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan.

Sesampainya di TKP, dua eksavator dan dua loder tadi malam, Minggu (11/11), langsung dipekerjakan untuk mengevakuasi tumpukan material longsor yang sudah menutupi badan jalan sejak dua hari lalu.

Sebelumnya, antrian kendaraan roda dua dan roda empat sudah dua hari menunggu evakuasi material longsoran tebing dengan ketebalan 5 m dan panjang hampir 50 m dibadan jalan. Terhitung mulai sore tadi, Senin (12/11) semua jenis kendaraan sudah bisa melewati jalan Naringgul tersebut.

Para pengendara pun menyambutnya dengan penuh bahagia, setelah terjebak selama dua hari dua malam.

Kodir (35), salah seorang dari sekian banyak sopir yang turut mengantri di lokasi mengatakan, ” dirinya sangat mengapresiasi upaya Kementerian PUPR yang dengan sigap menyikapinya terjadinya bencana longsor ini. “ Kesel iya pasti, karena saya sudah dua hari disini gak bisa lewat, tapi alhamdulilah sekarang bisa melanjutkan perjalanan,” kata Kodir.

Hal senada juga dikatakan Dadang ( 30 ). Penguna jalan yang sudah hampir dua malam terdampar di Naringgul. Ia bersama keluarganya merasa senang, akhirnya material longsor dibersihkan oleh tim dari Kementrian PUPR. “ Dan alhamdulilah kami semua bisa lewat,” ungkapnya.

Dadang mengharapkan, untuk kedepannya baik Dinas PUPR maupun kementerian supaya mensiagakan alat berat di sekitar daerah rawan bencana.

Saat ditemui di lokasi Kepala Bale Besar PUPR PJN wilayah VI Ir Heri Suko, ST,MT, mengatakan, setibanya di lokasi tadi malam, pihaknya sudah melakukan upaya pengerjaan untuk membuka jalur yang tertimbun material longsor yang tebalnya hampir mencapai 5 m dan panjang mencapai 50 m.

Untuk pengeksekusian, lanjut dia, diperoritaskan agar bisa selesai 1 sampai 2 hari jalur sudah harus bisa dibuka. Maka. setibanya empat alat berat langsung dipekerjakan. Karena evakuasi pembersihan material longsor diperkirakan akan memakan waktu lumayan lama. “Sebab ketebalan matrial longsor di kilometer 232+450 Tikungan Cicatang, menumpuk dan menutupi semua akses  jalan,” jelasnya.

Selanjutnya ia mengimbau pada masyarakat khususnya para pengguna jalan, mohon bersabar dan jangan memaksan diri untuk melintas. Sebab alat berat sedang fokus bekerja. Dikuatirkan apabila memaksa melintas takut terkena material longsor.

Untuk kedepannya, karena daerah ini rawan longsor, rencananya pihak PUPR akan membangun kembali drainase. Supaya air tidak menyumbat dan tidak terjadi lagi longsoran seperti saat ini. Terakhir ia mengajak seluruh masyarakat supaya sama sama menjaga lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here