Ilustrasi

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Terkait adanya 10 Desa yang sudah dilaporkan perihal penggunaan Dana Desa (DD), Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur, saat ini akan segera mengadakan pemeriksaan pada desa tersebut.

” Pada prinsipnya Inspektorat akan mengadakan pemeriksaan, apabila ada laporan yang disampaikan masyarakat, baru kita akan terjun ke lapangan,” kata Suhara saat ditemui awak media, Rabu (23/1).

Suhara menyebutkan, kalau tidak ada laporan kenapa harus diperiksa. Walaupun pihaknya punya target pemeriksaan reguler. “ Jadi Irda punya pemeriksaan reguler dari satu tahun itu, antara 80 sampai 100 desa dilakukan yang pemerikasaan,” imbuhnya.

Suhara menegaskan, bermasalah atau tidak, tetep semua diperiksa. Karena pemeriksaan itu bersifat reguler (rutin), memang sudah ada fungsinya.

Sedangkan untuk yang dilaporkan, Suhara menerangkan kalau ada pengaduan baru akan bertindak. Kalau tidak ada pengaduan hanya pemeriksaan rutin yang dilakukan.

” Jadi ada beberapa desa yang kita periksa, baik yang ada di Cibeber, Cilaku, yang ada di Cikadu, yang itu laporan, ada juga yang di Ciranjang, Bojongpicung, Laporan itu kita semua akan ditindaklanjuti,” terangnya.

Suhara menyebutkan, laporan yang masuk kurang lebih 10 kepala desa di tahun anggaran 2018. Kasusnya ada yang SPJ-nya tidak lengkap, ada yang pembeliannya terlalu mahal, ada juga yang kekurangan volume, tapi sumuanya rata-rata ditindaklanjuti, Ada juga pajak yang belum dibayar.

Disinggung soal oknum kades yang dipanggil pihak Kejaksaan, Suhara tidak bisa menjelaskan secara rinci. Namun menurutnya baru satu.

” Kalau untuk Desa Sukalaksana itu masih dalam proses penyidikan, Tipikor Polres Cianjur,” jelasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here