Laporan : Hermawan uye/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan pedagang di Pasar Gekbrong mengeluh. Lantaran jualannya sepi pembeli di masa pandemi.

Diakui para pedagang, bagaimana bisa dapat laba lebih, kalau jualannya masih seperti itu. Kalau diperhatikan setiap harinya, dagangannya kian hari kian menurun drastis.

” Yang namanya dagang pasti ada untung ruginya, tapi kalau kelamaan seperti ini saya bisa gulung tikar. Barang harus ada terus sementara pembelinya nggak ada,” kata Tata pedagang sembako di Pasar Gekbrong saat ditemui dilapak dagangnya, Sabtu (25/07).

Lanjutnya, selama pandemi ini, ia sudah cukup banyak mengeluarkan modal. Disisi lain usaha ingin terus berlanjut, disisi lain lagi, ia  mengeluhkan penghasilan yang didapatkan terus menurun.

” Kalau dihitung-hitung pendapatan saya turun drastis hingga kurang lebih 50 persenan, terhitung selama pandemi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Unang pedagang sayuran di Pasar Gekbrong. Dirinya mengaku besar pasak daripada tiang. Pengadaan barang harus tetap ada, sementara pembelinya terus berkurang.

” Ya, kalau sayuran kan nggak bisa bertahan lama, artinya bisa busuk kalau lama nggak dikonsumsi. Sementara barang kan harus dibeli setiap hari dari pengepulnya, kalau nggak yang beli bisa busuk, mau untung dari mana kalau begini terus,” ujarnya.

Unang berharap, situasi bisa kembali normal dan usahanya bisa lancar. ” Kalau ada saya memang mengharapkan bantuan modal untuk usaha, soalnya modal yang kemarin yang saya pakai belum terganti,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here