Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Seorang pemuda di Kampung Majakane Desa Sukamanah Kec. Cugenang Kab. Cianjur, bersikeras ingin membuka lapangan kerja untuk anak muda dan tetangganya. Hal itu ia lakukan guna mengurangi angka pengangguran di kampungnya.

Ya, adalah Dadang seorang pemuda yang memiliki keahlian membuat sangkar burung dari kayu, bambu dan rotan. Ia memberanikan diri membuka usaha kecil mandiri. Berbekal pengalaman dan modal pas-pasan, terhitung sejak tahun 2017 lalu, Dadang mulai menjalankan usahanya itu.

” Dulu saya pernah bekerja di pabrik sangkar burung. Karena merasa cukup dan yakin pasti bisa, akhirnya mencoba buka sendiri,” kata Dadang, saat ditemui di tempat usahanya membuat sangkar burung, Minggu (28/02/2021).

Dadang mengaku, awalanya hanya beberapa teman dekat dan saudaranya saja yang berkecimpung membuat sangkar burung. Namun seiring berjalan waktu dan pembicaraan dari mulut ke mulut, satu persatu tetangga dan anak muda mulai berdatangan meminta pekerjaan.

” Awalnya hanya teman dekat dan saudara saja, tapi lama-lama banyak tetangga yang minta pekerjaan. Tadinya saya juga nggak yakin bisa mempekerjakannya, karena kalau tak mampu membayar upah dikhawatirkan jadi jelek sama tetangga,” aku Dadang.

Pada saat ditemui wartawan siang itu, Dadang juga mengatakan, berdirinya usaha pembuatan sangkar burungnya itu bermodalkan pas-pasan. Bahkan untuk membayar upah dan bahan bakunya pun dibayar hasilnya. Artinya menunggu sangkar burungnya laku.

” Tadinya untuk membayar upah dan belanja bahan juga menunggu sangkar burung laku dulu,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Dadang pun mulai berpikir bagaimana anak muda di kampungnya bisa bekerja. Kemudian ia pun mulai mengumpulkan uang hasil penjualan sangkar burungnya itu untuk tambahan modal usahanya. Dan berdasarkan pantauan wartawan pun, kini nampak terlihat belasan pekerja di tempat usaha milik Dadang.

” Karena tempatnya kecil, jadi yang kerja bergantian artinya dibagi dua sip (siang dan malam). Nah, untuk upah yang diberikan saya tidak membayar upah harian, tetapi dihitung sedapatnya saja,” ungkap Dadang.

Kedepan, besar harapan Dadang, supaya usahanya bisa terus berjalan dan anak muda di kampungnya bisa mendapat pekerjaan. Dadang mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk bantuan modal usahanya itu.

” Ya, mudah-mudah kedepannya ada bantuan modal usaha dari pemerintah, sehingga usaha saya bisa terus berjalan dan para pemuda disini bisa tetap berpenghasilan tanpa harus bekerja keluar daerah. Selain itu, saya juga berkeyakinan para pekerja ini bisa membuka usaha sendiri kalau diberikan bantuan modal usaha oleh pemerintah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here