Penampilan wayang golek di Cianjur sudah kembali menggeliat

Laporan : Apip Sam

Cianjur, metropuncaknews.com – Seni budya wayang golek, merupupakan salah satu kesenian tradisional dari Jawa Barat yang pernah jaya pada jamannya. Namun seiring dengan perkembangan jaman kesenian wayang goleg sempat melempem, khususnya di Kabupaten Cianjur. 

Namun dengan kepiawaian para tokoh seniman dalang wayang golek, mereka terus berinovati dan kreatif untuk membangkitkan kembali seni budaya wayang golek yang telah lama ditinggalkan penggembarnya. 

Seperti halnya para sesepuh dalang di Kecamatan Bojongpicung, R. Endang Taryana. Berkat kepiawaiannya, ia mampu mencetak beberapa puluh dalang muda. Diantaranya Kodrat Taryana S.Sn (25) yang sudah dianggap sebagai putranya sendiri. Sekarang tengah naik daun, laku  dipasaran. Kodrat Taryana sering manggung di setiap hajatan warga Bojongpicung, Haurwangi dan kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Cianjur,. 

Tidak hanya itu saja, di kabupaten lainnya yang ada di Jawa Barat, sering pula mendapat panggilan manggung menjadi dalang wayang golek lengkap dengan perangkat Padepokan Putra Giri Loka, Pimpinan  Dadang Permana S.Pdi.

Para dalang wayang golek muda seusianya, kurang lebih sebanyak 40 orang. Mereka berada dibawah asuhan R. Endang Taryana yang sekarang sudah mulai laku manggung disetiap hajatan. Karena mayoritas yang ditampilkan wayang golek bodoran. 

Tapi semua itu tidak menglanggar tetekon perwayangan dan tidak terlepas dari cerita  atikan, didikan yang selaras dengan aturan kenegaraan, ajaran agama dan budaya sunda. 

“ Para dalang muda, tidak hanya itu saja. Bila ingin cerita galur atau cerita lepas sudah siap tampil dengan waktu semalam suntuk,” ucap Kodrat Taryana, setelah selesai manggung pada hajatan pernikahan anak bungsu Kepala Desa Cihea, Supriatna, Sabtu (05/01).

Sementara itu, Kepala Desa Cihea Supriatna menambahkan, menampilkan wayang golek saat hajatan pernikahan anak bungsunya, selain keinginan pribadinya juga atas permintaan dari pemuda dan masyarakat setempat. 

Karena di Daerah Cihea dulunya pengembar wayang golek. Hingga sekarang pun memilih menampilkan kesenian wayang golek ketimbang kesenian moderen lainnya. Mungkin sudah mulai jenuh menonto kesenian yang sering ditampilkan.

Maka dengan menampilkan wayang golek, pihaknya merasa puas. Karena selain masyarakat setempat merasa terhibur, juga secara tidak langsung ikut melestarikan kesenian tradisionil Jawa Barat.  

“ Semoga saja dengan menampilkan wayang golek tersebut, banyak manfaatnya, kerena banyak terselip atikan dan didikan ajaran agama,” kata Supriatna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here