Laporan : Agus/Iriyanto

Cianjur, metropunknews.com
Seluruh siswa SD yang mendapat bantuan dana bantuan Program Indonesia Pintar ( PIP) di Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, dikutip pihak sekolah dengan nilai variatif, mulai dari Rp. 25 ribu sampai dengan Rp 50 ribu persiswanya.

Kutipan dana bantuan PIP tersebut, terjadi di seluruh SDN yang ada di Kecamatan Haurwangi, seperti seluruh siswa di SDN Cipetir 1 dilakukan setelah dana PIP diambil dari Bank dengan cara kolektif dan langsung dikutip dengan dalih penggantian administrasi pengajuan PIP.

Salah satu orang tua siswa kelas 2 SDN Cipetir 1, Kecamatan Haurwangi yang namanya minta dirahasiakan menerangkan, memang benar adanya bahwa seluruh orang tua siswa yang mendapatkan dana bantuan PIP atas nama anaknya dikumpulkan di Sekolah dan pihak guru meminta bantuan dengan nilai tidak ditentukan dan seikhlasanya.

Maka dengan itu, seluruh orang tua yang hadir saat itu memberikannya bantuan senilai Rp 25 ribu sampai 50 ribu tiap orang tua siswa. “Memang benar, seluruh orang tua siswa yang menerima bantuan PIP memberikan dengan nilai Rp. 25 hingga 50 ribu persiswa (seridonya) dengan alasan untuk penggantian administrasi pengajuan dana bantuan PIP,” Ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Cipetir 1 Haurwangi ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler ( rabu, 1/12/2021), Sutarko (50) menerangkan, mengenai jumlah siswa SDN Cipetir 1 yang menerima bantuan PIP itu sebanyak 63 siswa, terdiri Kelas 1, 60 siswa dapatnya Rp. 225 ribu serta kelas 2, 3 dan Kelas 4 sebanyak 3 orang siswa dengan bantuan masing – masing senilai Rp 450 ribu.

Mengenai dugaan adanya kutipan atau potongan, itu tidak benar, karena selama itu pihak sekolah tidak melakukan pemotongan atau kutipan pada orang tua siswa yang mendapatkan dana bantuan PIP. “Tidak tahu jumlah siswa yang mendapat bantuan dana PIP dan tidak pernah melakukan kutipan atau potongan dana bantuan PIP,” kilahnya.

Dilain pihak, Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Haurwangi, Drs. Ujang Saepudin (57) menerangkan, mengenai dugaan adanya kutipan dana bantuan PIP untuk seluruh siswa SDN di Kecamatan Haurwangi, hingga kini pihaknya sama sekali tidak mengetahuinya dan baru saat ini mendengarnya.

Kalau memang benar terjadi, itu sangat disayangkan karena pihaknya, setiap pembinaan ke setiap SDN selalu melarangnya untuk melakukan praktek pungli apapun, karena hal itu melanggar aturan hukum yang berlaku.

“Setiap melakukan pembinaan ke setiap SD yang ada di Kecamatan Haurwangi selalu membahas tentang larangan praktek bentuk pungli apapun,” Ucapnya.

Berbeda yang diucapkan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Endang Kohar menerangkan, dengan adanya dugaan kutipan dana bantuan PIP di SDN manapun, itu tidak dibenarkan, karena melanggar aturan yang berlaku.

Kalau memang benar adanya, pihaknya menyesalkan juga mengharapkan pada pihak sekolah mohon segera mengembalikan dana kutipan tersebut pada yang berhak menerimanya, karena dana tersebut untuk keberhasilan siswa dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

“Bantuan PIP, itu untuk membantu siswa supaya mau melaksanakan sekolah dan mampu menimba ilmu pengetahuan,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here