Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Seluruh Ketua RT/RW dan para tokoh masyarakat Desa Sukajaya Kecamatan Bojongpicung Cianjur, Kamis (20/02), ikuti Reses masa persidangan Ke II Tahun 2019 /2020, Drs. H. Sapturo anggota DPRD Kabupaten Cianjur Dapil 3 Cianjur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman rumah milik H. Eep  warga Kampung Cisasak Desa Sukajaya. Nampak hadir Bhabinmas, Bhabinsa dan aparat Desa Sukajaya. Saat Reses berlangsung, para Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat terlihat antusias. Hingga pertanyaan dan saran pendapat dari konsituen cukup banyak serta menarik hingga reses terkesan hidup.

Pada kesempatan itu Sapturo menjelaskan, reses itu merupakan hal yang wajib bagi seluruh anggota DPRD. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan dibahas dalam pelaksanaan sidang.

Seperti pelaksanaan  reses sekarang, ternyata banyak ketua RT /RW dan tokoh masyarakat yang memberikan berbagai macam masukan, saran pendapat dan permintaan. Semua itu demi kesejahtraan masyarat itu.

Tentu saja seluruh masukan, saran pendapat dan permintaan seluruh masyarakat yang bersifat untuk umum, akan dibawa pada sidang nanti. “ Semoga semua itu akan masuk dalam perencanaan pembangunan dan masuk pada Perda Kabupaten Cianjur,” harap  Sapturo.

Sementara, Ketua RW 04, Warga Kampung Sukadana Desa Sukajaya, Ny. Empok (41) mengatakan, pihaknya memiliki 7 wilayah ke RT an. Pada pelaksanaan reses Drs. H. Sapturo pihaknya memberikan masukan dan permintaan. Diantaranya, mengusulkan supaya adanya perbaikan rumah tidak layak huni, pembuatan BPJS gratis untuk warga kurang mampu, minta dibangun jalan menuju SDN Sukajaya, TPT jalan lingkungan, modal ekonomi untuk warga yang kurang mampu dan mengenai pendidikan.

“ Kami berharap, seluruh usulan, masukan para Ketua RT /RW dan tokoh masyarakat Desa Sukajaya serta seluruh ajukan masyarakat diutamakan dan direalisasikan,” ujar Empok.

Dilain pihak, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Bojongpicung, Wandi Ubadilah mengatakan, pihaknya mempertanyakan mengenai nasib guru sukwan yang selama ini belum adanya kepastian untuk diangkat menjadi ASN.

“ Untuk itu, kami mohon supaya segera adanya ketentuan dan untuk sementara insentif guru sukwan minta supaya dinaikan nominalnya,” kata Wandi pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here