Acara perpisahan siswa-siswi Arridho

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Enam tahun lamanya berkumpul bersatu padu, bersama ratusan teman lainnya yang datang dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat. Bersama-sama mendulang ilmu pengetahuan duduk di bangku Madrasyah Tsanawiah (MTs) dan Madrasyah Aliyah (MA), Aridho di Kampung Rawabango, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang Cianjur.

YPI Aridho merupakan salah satu tempat yang menjadi tumpuan harapan hidup masa depan siswa-siswinya. Belajar, sharing, diskusi yang diselingi canda gurau dan kadang saling ejek. Itu semua benar-benar cukup menyenangkan, menggembirakan bersatu dengan banyak teman.

Namun sayang selam 6 tahun bersatu di Aridho, rasanya hanya sekejap. Hingga  tidak banyak ilmu pengetahuan yang didapat, hanya sekedar  mampu hafidz quran beberapa juz. Seonggok ilmu pengetahuan agama Islam, pengetahuan umum dan wawasan bertambah, tidak itu saja prilaku kehidupan pun terasa bertambah dewasa.

Apalagi setelah digelarnya acara wisuda, perpisahan, Rabu (09/05),  yang digelar di halaman depan YPI Aridho. Saat itu terasa riang gembira, tertawa, senang bahwa mendulang ilmu di bangku Arridho selesai lah sudah. Namun dibalik itu, di lubuk hati yang paling dalam terasa sedih, haru biru dan menangis. Karena dengan seluruh guru,  teman sekelas dan teman seangkatan akan berpisah pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.

Para alumni MA Arridho tahun ini  tidak sedikit yang akan mencari pekerjaan dan banyak pula yang akan  meneruskan pendidikannya ke pondok pesantren maupun ke perguruan tinggi. Dengan itu pihaknya berucap terimakasih dan berucap selamat berpisah pada semua pihak khususnya pada Kepala Sekolah, seluruh guru dan seluruh teman.

Juga mohon maaf, kita terpaksa harus berpisah biarpun perpisahan itu bukan kita  ingini. Tapi hanya waktu yang memisahkan kita. Selamat berpihah kawan dan selamat berjuang. “ Semoga dilain waktu kita bisa bersua kembali,” ucap  Rohmah Zaqiah, wisudawati MA Aridho warga Kelurahan Batujajar Kota Bandung.

Senada yang diucapkan Fitri Nurrahmah, wisudawati MA Aridho,  warga Kabupaten Purwakarta. Memang benar adanya bahwa ikut mendulang ilmu duduk dibangku MTs dan MA Aridho selama 6 tahun seakan sekejap, tak merasa jenuh dan jemu.

Karena dengan seluruh gurunya sudah akrab. Hingga bisa dijadikan sebagai orang tua dan  seluruh teman sekan seperti dengan sanak saudara. Hal itu, menandakan belajar di Arridho penuh dengan keharmonisan dan satu sama lainnya sudah dianggap keluarga, kekeluargaannya cukup sangat tinggi.

Saat acara wisudaan dan perpisahan itu seakan tak diharapkan. Karena akan ada berpisah dengan seluruh guru dan teman  se kelas dan teman seangkatan. Kawan perpisaha itu bukan untuk selamanya melainkan dilain waktu dan kesempatan kita bisa bertemu kemlai.

” Selamat tinggal kawan, semoga dilain waktu dan dilain kesempatan kita bisa bersua kembali dan panjang umur,” Ucap Fitri Nurrahmah dengan kedua bola matanya terlihat berkaca kaca.

Sementara Encep Rifqi Abdul Aziz mengatakan, mendulang ilmu di Aridho selama 6 tahun, itu bukan waktu sebentar. Melainkan waktu cukup lama. Tapi tak merasa dirinya mendapat ilmu yang cukup banyak, karena masih banyak kemurangan. Paling hanya sebagai pondasi hidup  dimasa mendatang.

Karena itu, pihaknya yakin, setelah berpisah dengan seluruh teman, akan meneruskan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Selain itu ia berpesan pada seluruh Adik Kelasnya, supaya mengikuti pendidikan di Aridho dengan baik dan tekun. Apalagi sekarang ini Aridho sedang membangun pondok pesantren di lingkungan sekolah.

Ariidho akan dijadikan Bording Shcool. Sekolah dan ponpes disatukan didalamnya. Selamat berjuang dan selamat berpisah, semoga pada waktu yang berbeda kita bisa bersua kembali.” Karena perpisahan tersebut hanyalah sementara,” ucap Encep Rifqi pada awak media.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here