Daerah yang dulunya hutan, kini jad lahan pertanian

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Komandan Sektor Pembibitan  Citarum Harum   Let Kol Infantri Chairul Anam wilayah kerjanya meliputi empat desa. Ada pun permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan sosial. Karena daerah yang dulunya hutan kini sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian, Selasa (9/10).

Berbagai kegiatan Sektor Pembibitan diantaranya, patroli lahan-lahan garapan masyarakat. Terasering lahan miring, penyemaian bibit, penyiraman dan perawatan sebagai sarana pendukung. Program dan kegiatan yang dilakukan sektor pembibitan lebih pada persiapan, pembenahan, penataan dan penyediaan bibit untuk persiapan penanaman kembali agar hutan kembali asri dan terjaga.

Persemaiain bibit tersebut terletak dikampung Pajaten Desa Tarumajaya. Untuk memenuhi kebutuhan bibit di kawasan Barat dan Kampung Plered Desa Cikembang untuk memenuhi kebutuhan bibit di kawasan Timur.

Dansektor Pembibitan memaparkan, pihaknya telah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah sektor pembibitan. Masyarakatnya yang rata rata mata pencahariannya adalah petani dengan pola  yang dikembangkan adalah multi komoditi. Artinya, pengembangan budidaya pertanian dengan beragam tanaman ekonomis dan ramah alam dengan jalur jarak tanam 3 m budidaya dan 1 m kopi, pohon.

Disamping itu, pengembangan multi profesi juga penting dihadirkan dalam rangka menciptakan alternatif perekonomian masyarakat Kertasari (pabrik pengolahan kopi, kompos, penyulingan sereh wangi, budidaya cacing, peternakan, perikanan dll). Karena sistem perekonomian warga saat ini 95% bergantung pada sektor pertanian sebagai buruh tani, petani, jual beli hasil dan alat produksi pertanian, sisanya 5% warga beraktifitas disektor-sektor lain.

” Kondisi saat ini justru sangat timpang apabila dibandingkan dengan struktur penguasaan lahan yang mana 60% Perhutani, 30% PTPN VIII dan milik masyarakat hanya sekitar 10% saja. Ini merupakan faktor penyebab mengapa lahan hutan dan kebun digarap oleh masyarakat dengan pola yang kurang baik. Semoga model pengembangan pola multi komoditi dan multi profesi ini bisa seiring sejalan antara pelestarian alam dan perekonomian masyarakat di sini,” kata Chairul Anam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here