Firman, S.H., Demisioner Ketua Karateker GMNI Kota Baubau, sekaligus Perwakilan Bidang Hukum KOSGORO Cabang Kota Baubau

Laporan : Atul Wolio

Baubau, metropuncaknews.com – Melihat beberapa hari terakhir ini, banyak kepanikan muncul di masyarakat Kota Baubau. Seperti ambisi membeli masker dalam jumlah berlebihan. Meski harganya melebihi harga normal. Maksudnya agar dapat terhindar dari virus Corona/Covid-19.

Bukan itu saja, bahkan ifo-info hoaks banyak direpost dan dilike di media sosial (medsos). Sepertinya, masyarakat lebih nurut dan percaya pada informasi hoaks. Misalnya pada kumur-kumur air garam dan konsumsi bawang putih untuk mencegah infeksi, ketimbang mematuhi imbauan pemerintah, bahkan WHO

Semua ini tak lain akibat wabah Coronavirus Disease (Covid-19) menjadi trand isu dibidang kesehatan. Hingga menghebohkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Banyak kebijakan pemerintah yang bergeser. Salah satunya  seperti kerja di rumah, kurangi aktivitas di luar rumah, hingga maklumat Kapolri yang baru saja kita ketahui bersama. Melihat semua ini, ternyata berbanding terbalik. Pasalnya, banyak warga yang belum sepenuhnya sadar. Buktinya, masih terjadi penumpukan massa di beberapa tempat wisata dan tempat hajatan.

Semua ini, mengundang perhatian akstra dari Gabungan Lembaga dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se Kota Baubau. Antara lain GMNI Cabang Baubau, KOSGORO Sultra, KOSGORO Kota Baubau, GPM Kota Baubau dan GEMAK Kota Baubau.

Demisioner Ketua Karateker GMNI Kota Baubau, Firman, S.H.,  sekaligus Perwakilan Bidang Hukum KOSGORO menegaskan, sikap dan pandangan atas pernyataan ini, agar lebih melihat upaya preventif masyarakat.

Keseluruhan OKP tersebut, meminta pada pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya Pemerintah Kota Baubau, agar segera lakukan Lockdown (penutupan sementara). Mulai dari Bandara Betoambari Kota Baubau, Pelabuhan Murhum Kota Baubau, dan Pelabuhan Ferry antar pulau mulai dari pelabuhan penyebrangan ferry Pure – Raha, penyebrangan ferry Amolengo – Labuan, serta penyebrangan ferry Baubau – Wamengkoli.

Pernyataan ini, kata Firman, sebagai bentuk penegasan sebagai upaya dan langkah dalam menghentikan penyebaran dan pencegahan preventiv.  Mengingat Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kota Baubau kian bertambah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here