Para kades se Kab. Cianjur saat melakukan audensi dengan BPKAD Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur, metropuncaknews.com – Audensi sejumlah Kepala Desa dengan jajaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Cianjur di Kantor BPKAD Cianjur, berlangsung panas, Rabu (11/4).

Seratusan kades yang hadir dalam audensi tersebut didampingi perangkatnya. Mereka menuntut ketelatan pencairan  Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Dalam audensi tersebur para kades menuntut DD dan ADD untuk segera diturunkan. Pasalnya, sudah tiga minggu mengalami ketelatan.

Kepala Desa Sukamulya Kecamatan Sukaluyu, Wawan Suwandi mengaku ,pihaknya sudah merasa pusing akibat ketelatan ADD tersebut. Pasalnya, ia dituntut oleh jajaran perangkatnya atas uang siltap.
” Padahal sebelumnya kami sudah melengkapi segala bentuk persyaratan atas pengajuan anggaran tersebut. Makanya hari ini kami bukan mengemis tapi menuntut hak,” ujar Wawan pada wartawan.
Wawan menegaskan, berdasarkan aturan dan  undang-undang Kementerian Desa (Kemendes), dana tersebut harus secepatnya direalisaaikan.
” Ini sudah hampir tiga minggu dari semenjak pengajuan sampai hari ini belum ada juga masuk ke rekening, ini sebenarnya ada apa? Jawabannya jangan kurang persayaratan atau kurang lengkap terus, karena biasanya kalau ada kesalahan satu huruf saja, berkas langsung dikembalikan oleh BPKAD,” ungkapnya.

Yang jelas, lanjut Wawan, ada gak uangnya. Kalau memang tidak ada ya sudah pihak desa menunggu.  Jangan dijanjikan dua hari persayaratan masuk langsung dicairkan.

” Makanya kami sebagai kepala desa sekarang mendesak pihak BPKAD agar memberi kejelasan yang tepat atas keterlambatan pencairan tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Desa Cibadak Kecamatan,Cibeber, Elan Hermawan menambahkan, jangan dianggap kepala desa ini seperti capung yang makan angin. Coba kalau PNS telat gajih saja dua hari bagaimana rasanya.
” Kasihan Pak Bupati dengan kerja nyatanya yang terus menerus melakukan kerja cepat dan ekstra, sementara di BPKAD seperti ini.
Makanya kami bersama-sama ingin tahu yang sebenarnya apa yang menjadi penyebab atas keterlambatan pencairan tersebut,” tegas Elan.
Lebih lanjut Elan mengatakan, kades dan perangkat desa pun sama punya kebutuhan dan butuh uang siltap. Sedangkan itu ada didalam alokasi dana desa (ADD).

” Kita datang kesini secara ramai-ramai untuk meminta penjelasan langsung apa yang jadi penyebab atas keterlambatan pencairan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupatem Cianjur, Dedi Sudrajat mengatakan, hasil audensi dengan sejumlah kades, pihaknya akan mencairkan DD dan ADD dua hari setelah persyaratan lengkap.

Diakui Dedi, keterlambatan itu karena kesalahan teknis. Karena sebenarnya pihak BPKAD tidak menunda-nunda pencairan anggaran tersebut. Ada pun keterlambatan akan diperbaiki.

“ Kami sudah berjanji kepada para kades yang tadi ikut hadir dalam audensi persayaratan DD/ADD sudah lengkap dua hari uang sudah masuk ke rekening,” ujarnya menegaskan.

Kabid Anggaran BPKAD Kabupaten Cianjur, Muhamad Lufpi Agung mengatakan, dari keseluruhan desa se Kabupaten Cianjur, anggaran yang baru masuk tahap awal 20 pesen. Yaitu sekitar Rp 4 miliar 300 juta lebih.

” Tapi sudah banyak juga yang sudah dicairkan. Karena pengajuan  desa itu ada tiga, yaitu DD, ADD dan siltap,” jelasnya.
Ia menuturkan, yang menjadi penyebab keterlambatan pencairan  terkendala teknis. Salah satunya seperti poto copy atau kurang lengkap persyaratan. Selain itu bisa dilihat juga dari pegawai BPKAD yang tidak mencukupi.

” Tapi kalau ada yang tidak lengkap dari persyaratan kami langsung menghubingi pihak desanya ,” ujar Lutfi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here