Kantor KPU Cianjur

Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Sejumlah aliansi masyarakat di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, gebrak Kantor Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur. Hal itu dilakukan karena merasa telah dibohongi terkait ketidak jelasan anggaran sosialisasi Pilkada 2020.

Ahmad Anwar alias Kang Ebes Ketua Cianjur People Movement (Cepot), mengatakan, jajaran komisioner sosialisasi KPU Kabupaten Cianjur, dinilai telah membohongi publik terkait anggaran sosialisasi Pilkada 2020 di Cianjur.

” Anggaran untuk sosialisasi itu sebesar 2.4 persen dari jumlah keseluruhan sebesar Rp74 miliyar,” kata Ebes, Senin (02/10).

Ebes juga menjelaskan, apabila 2.4 persen dari total keseluruhan berarti senilai Rp1.7 miliyar lebih. Jika beralasan per satu kali pertemuan menghabiskan anggaran Rp 4 juta, berarti sudah 400 kali pertemuan atau setara dengan 400 lembaga.

” Yang mau ditanyakan, kalau sudah sosialisasi dengan lembaga, lembaga mana saja, dan kalaupun ada media, media apa saja?,” tanya Ebes.

Ebes juga memaparkan, bahwa besaran anggaran dari Rp 4 juta itu, dialokasikan untuk logistik sebesar Rp2 juta dan pemateri Rp2 juta.

” Nah, untuk pematerinya dari KPU juga,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, Rustiman menyampaikan alasannya, untuk anggaran sosialisasi saat ini memang mengalami keterbatasan. Lantaran sebagian dari anggaran tersebut diberikan kepada PPK.

” Nah, jadi anggaran sosialisasinya diberikan pada PPK untuk melakukan sosilisasi. Karena kita juga mengalami keterbatasan anggota. Dan kalaupun saya ada salah, ya wajar karena saya juga manusia biasa,” kata Rustiman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here