Unit Laka Lantas Polres Cianjur melakukan olah TKP di lokasi masuknya mobil ke jurang

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sehari pasca terjadinya kecelakaan maut yang menelan satu korban jiwa di hutan Ciuja Desa Sukabakti,  Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/1) kemarin.

Jajaran Unit Laka Lantas Polres Cianjur dibantu anggota Polsek Naringgul, lakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di lokasi terjunnya Dahiatsu Xenia nopol D1286 AFV tersebut, Senin (14/1).

Dalam kejadian itu, terdapat korban meninggal dunia berinisial PZ (10) pelajar Sekolah Dasar, asal Kampung Cikidang, Rt 03/03, Desa warudoyong, Ciakalongkulon Cianjur. Ada pun korban luka kritis berinisial LA (7) asal Kampung Lembur Awi RT 03/08, Desa Paninggaran Pacet Bandung, dikabarkan meninggal dunia di RSHS Bandung, saat hendak dirawat. Sementara sopir dan penumpang lainnya selamat.

Berikut nama-nama korban yang selamat dalam kecalakan maut di hutan Ciuja Sukabakti jalan Nasional Bandung-Naringgul, Cianjur Selatan. 1. Irpan Maulana (23 ) sopir. 2. Wowo ( 54 ). 3. Nana Hasanah ( 42 ). 4. Enung  ( 33 ). 5. Toto ( 56). 6. Adril ( 5 ) dan 7. Azril Alfarik Munandar, bayi yang baru berusia 5 bulan.

Anggota Unit Laka Lantas Polres Cianjur, Aiptu Budi saat wawancara dilokasi kejadian mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari anggota Polsek Naringgul, pihaknya langsung terjun ke TKP.

” Benar, kita dibantu anggota Polsek Naringgul dalam melakukan olah TKP di lokasi hutan Ciuja jalan Bandung-Naringgul. Untuk hasilnya belum bisa dijawab sekarang, karena masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. mengingat pengemudinya dan penumpang belum bisa dimintai keterangan  karena masih dalam keadaan terluka dan masih  dirawat di  Puskesmas dan masih menunggu saksi-saksi untuk diminta keterangan,” katanya. 

Sementara menurut pengakuan pengemudi Irpan Maulana, saat itu mobil yang dikemudikannya berapapasan dengan mobil dari arah Bandung menuju Cidaun yang masuk jalur kanan jalan. Sehingga diambil ke kiri, untuk menghindari tabrakan. Tak tahunya ada jurang dan mobil oleng sehingga out dan masuk jurang.

” Saya dari arah Cidaun menuju Bandung, berpapasan dengan Avansa yang masuk ke jalur saya. Karena jalannya sempit sedikit nanjak dan berbelok. Saya berniat menghindari tabrakan tapi tetap terserempet hingga oleng terus jatuh ke jurang,” katanya.

Irpan berharap, pihak PU BINAMARGA supaya dipasang gardil pengaman dan rambu rambu lalulintas penunjuk jalan.

” Mungkin kalau ada penunjuk jalan, saya bisa menghindar dan tidak akan terjadi seperti ini, seandinya ada gardil penghalang jalan, engak bakalan mobil saya masuk jurang kalau ada penghalang,” ucapannya.

Sementara warga dan pengguna jalan mengharapkan, pihak PU BINAMARGA untuk segera memasang rambu-rambu lalulintas dan Gardil pengaman jalan serta memasang penerangan jalan umum (PJU).

” Betul, supaya para penguna jalan nyaman, ketika melintasi jalan yang masih sempit, menanjak dan berbelok,” kata Usup (45) pengguna jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here