Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Sedikitnya, 30 orang wartawan Cianjur menggelar aksi lepas Id Card dan jalan mundur. Hal itu dilakukan sebagai aksi solidaritas atas perampasan telepon selular dan penghapusan video yang menimpa wartawan Tribun Jabar Fauzi Noviandi saat meliput unjukrasa di Sukabumi, Kamis (08/10) kemarin.

Dalam aksi solidaritas tersebut, Ketua PWI Kabupaten Cianjur, M Iksan mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pihak manapun yang telah menghalangi kinerja jurnalistik.

” Bentuk perampasan dan penghapusan video sudah merupakan anarkisme, dan kami menuntut pihak kepolisian Sukabumi untuk mengusut tuntas siapa pelaku perampasan telepon milik wartawan tersebut,” ujar Iksan dalam orasinya di halaman kantor PWI Jalan Siliwangi No. 34 A Cianjur.

Iksan juga mengatakan, bentuk perampasan sudah mengintimidasi kinerja dan profesionalisme wartawan.

Seorang anggota PWI lainnya, Eka Merdeka menambahkan, bentuk perampasan telepon selular kepada wartawan telah merusak hubungan baik yang selama ini telah terjalin.

” Kami meminta siapapun untuk menghormati kinerja jurnalistik dan kebebasan pers, kami punya kode etik dalam bekerja jadi tak akan semena-mena juga dalam memberitakan,” kata Eka.

Sementara itu, Wakapolres Cianjur Kompol Hilman yang menyaksikan jalannya aksi sejak awal menyatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian dari Sukabumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here