Pelaksanaan Sidang Isbat di aula Desa Sindangsari

Liputan : Agus. S

Cianjur, metropuncak – Sebanyak 68 pasangan suami istri (Pasutri) dari 9 desa yang ada di Kecamatan Ciranjang mengikuti pelaksanaan sidang Isbat Terpadu, Jum’at (27/7) Kegiatan tersebut, digelar di aula Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang dan dipimpin hakim dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cianjur.

Sidang Isbat Terpadu merupakan program kerja bareng Pengadilan Agama, Kementrian Agama, Kantor Urusan Agama dan juga Dinas Kependudukan Catatan Sipil. “ Program ini mendapat sambutan baik dari Bupati H. Irvan Rivano Muhktar, hal itu diketahui saat kami melakukan audensi dengan Pak Bupati,” ucap Ketua Pengadilan Agama Cianjur Mahmud HD.

Menurut Mahmud HD, masyarakat Cianjur masih banyak yang belum mempunyai akta nikah. Hal terjadi akibat masih adanya kawin sirih. Sehingga untuk mengatasinya, pihak PA mengadakan Isbat Nikah Terpadu.

Tahun lalu saja, lanjut Mahmud, pihaknya telah menyelesaikan 1480 Isbat Nikah Tterpadu dan sudah diterbitkan akta nikahnya melalui KUA-KUA di kecamatan masing-masing. Untuk tahun ini pihaknya sudah membuat jadwal sesuai pengajuan dari kecamatan-kecamatan yang berdasarkan laporan masih ada warga yang belum tersentuh kelengkapan akta nikah.

Maka dengan adanya program ini selain dari sosialisasi, sekaligus agar warga mendapatkan kepastian hukum, juga perlindungan hukum. Karena dengan tidak adanya buku nikah, dokumen-dokumen kependudukan, akta lahir, jelas masyarakat akan dirugikan.

“ Maka dari itu , kami berharap kepada semua warga agar perkawinan itu tercatat di KUA,” pungkasnya.

Kepala Kantor Urusan Agama Ciranjang menambahkan, saat ini ada 68 pasangan suami istri yang mengikuti pelaksanaan isbat nikah terpadu.

Sementara Kepala Desa Sindangsari Sujana, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih pada KUA Ciranjang dan Pengadilan Agama Cianjur yang telah melaksanakan Sidang Isbat Terpadu. Sehingga masyarakat kedepan dapat melengkapi semua administrasi yang diperlukan. “ Kedepan diharapankan tidak ada lagi pernikahan yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) agar tidak terjadi kerugian diakhir kemudian, ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here