Upacara pemberangkatanODGJ di Kecamatan Ciranjang

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 37 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diberangkatkan ke Rumah Sakir Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, untuk direhabilitasi secara intensif, Selasa (12/02).

Selebum acara gebyar pemberangkatan ODGJ, terlebih dahulu dilaksanakan upacara pelepasan secara serimonial  yang dilakukan  Camat Ciranjang. Nampak hadir, petugas perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan dan Dinsos Kabupaten Cianjur. 

Camat Ciranjang Wahyu menjelaskan, dilaksanakannya gebyar rehabilitasi ODGJ se Kabupaten Cianjur ke Rumah Sakit dr. H Marzoeki Mahdi Bogor, itu merupakan bentuk sosial, kepedulian para relawan ODGJ dan seluruh masyarakat, terhadap ODGJ dan keterbelakangan mental. 

Kegiatan gebyar tersebut, terlaksana atas kerja sama antara Relawan ODGJ, Sekwan, Puskesmas, Para Kepala desa, seluruh masyarakat, dengan pihak Panti rehabitasi jiwa, Rumah Sakit dr. Marzoeki Mahdi dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemenkes tentang penanganan dan evakuasi ODGJ. 

“ Kami berharap. kegiatan gebyar penanganan ODGJ, bisa bermanfaat utuk semua pihak, khususnya yang diobati, direhab cepat sembuh, bisa hidup layak, berbaur normal dengan lingkungannya seperti semula,” ucap Wahyu.  

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciranjang dr. Elvira Firdaus menambahkan, digelarnya gebyar pengobatan ODGJ se Kabupaten Cianjur  itu mulanya terinspirari adanya relawan peludi ODGJ di Kecamatan Ciranjang. Mereka ini yang sering melakukan evakuasi dan memberangkatkan ODGJ ke Panti-Panti rehabilitasi jiwa. 

Melihat hal tersebut, kemudian pihaknya mengajukan permintaan penanggulanan ODGJ secara gebyar pada pihak kecamatan  dan pada pihak Puskesmas Cianjur. Setelah terbentuk kepanitiannya maka melakukan koordinasi dengan dinas instansi terkait dan pada pihak Rumah Sakit dr. H Marzoeki Mahdi dan pihak kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Cianjur. 

Mulanya  yang sudah tercatat dari setiap kecamatan sebanyak 50 orang ODGJ. Namun nyatanya saat mau diberangkatkan hanya sebanyak 37 orang ODGJ. Ternyata yang tidak jadi diberangkatkan itu banyak faktor dan kendala dari pihak keluarga ODGJ itu sendiri. Diantaranya, tidak memiliki BPJS dan ketidak sediannya pihak keluarga ODGJ itu sendiri. 

Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Terutama  pada seluruh relawan penanganan ODGJ, Keswan dan masyarakat di berbagai daerah yang telah ikut andil menyukseskan dan melaksanakan gebyar penanganan ODGJ. “ Semoga bermanfaat dan semua kebaikannya dibalas Allah SWT,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here