Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak138 Santri/Santriwati asal Cianjur yang sedang mendulang ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Jawa Timur, tiba di Reat Area Citarum Haurwangi Cianjur Jawa Barat, Kamis (01/04) sekira pukul 10.00 WIB.

Ketika santri/santriwati turun dari bis pariwisata satu persatu, seluruh barang bawaannya disemprot desinfektan oleh petugas kesehatan dan Satpol PP. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, seluruh santri dan santriwati yang pulang dari Ponpes Lirboyo Jawa Timur itu, semuruhnya sehat alias Orang Tidak Gejala (OTG).

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. Frida Laila Yahya menjelaskan, santri dan santriwati yang dipulangkan dari Ponpes Lirboyo Jawa Timur sebanyak 150 orang. Mereka adalah  warga 24 kecamatan  yang ada di Kabupaten Cianjur. Ditambah santri /santriwati dari Kabupaten/Kota Sukabumi sebanyak 20  orang. Kota Bogor 5 orang dan santri warga Bandung Barat sebanyak 3 orang

Sedangkan santri dan santriwati yng berasal dari Kabupaten Cianjur diantaranya, dari Kecamatan Cianjur 2 orang, Campaka Mulya 6 orang, Cibeber 17 orang, Cibinong 1 orang, Cijati 1 orang, Ciklaongkulon 8 orang, Cikadu 3 orang, Cilaku 4 orang, Cipanas 5 orang, Ciranjang 2 orang, Cugenang 1orang, Gekbrong 21 orang, Kadupandak 8 orang, Karangtengah 15 orang , Leles 1 orang, Mande 4 orang, Pacet 5 orang, Sindangbarang 5 orang, Sukaluyu 1 orang, Sukanagara 1 orang, Sukaresmi 1 orang, Tanggeng 2 orang, Takokak 2 orang dan Kecamatan  Warungkondang 18 orang.

Seluruh Santri, Santriwati begitu turun dari bis satu persatu tumbuhnya diperiksa dengan alat yang sudah disiapkan dan barang bawaannya lainnya disemprot desinfektan lebih awal.

Tapi setelah diperiksa dengan beberapa orang ahli medis yang disiapkan, ternyata seluruh santri, santriwati tersebut tidak ditemukan adanya gejala terinfeksi virus Conona/Covid-19. Melainkan OTG sehat. Meski pun demikian, seluruh santri dan santriwati  diharapkan untuk diam di rumah selama 14 hari. Karena takut adanya hal yang tidak diharapkan semua pihak.

“ Dan seluruh santri dipulangkan kerumahnya masing – masing diantar camat dengan menggunakan kendaraan dari desa yang  ada di kecamatan setempat,” tutur dr. Frida Laila.

Sementara itu, salah seorang santri siswa kelas II Aliyah yang ikut pulang kampung, warga Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Cianjur Agisni Jaelani  menambahkan, pihaknya mengaku menjadi santri Ponpes Lirboyo sedang betah khususnya dalam menimba ilmu. Namun sepekan lalu, pihak sekolah mewajibkan untuk pulang belajar di rumah, karena adanya wabah Virus Conona.

Karena itu, seluruh santri dan santriwati yang berasal dari Insonesia dan Malaysia sebanyak 28000 orang dan sebanyak 20,000 santri dipulangkan untuk belajar di rumahnya masing-masing. Sedangkan 8000 Santri lagi akan dipulangkan juga dengan secara bertahap.

“ Seluruh santri dan santriwati yang dipulangkan sekarang, itu hanya diberi waktu selama 2 bulan. Dengan itu kami mengharapkan semoga virus Conona cepat hilang,” ucap Agisni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here