Pembuatan sumur bor di SDN Karangsari

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – SDN Karangsari, posisinya berada di pinggir Kali Cihea. Tepatnya di Kampung Batu Nungku Desa Cihea Kecamatan Haurwangi Cianjur. Dari tahun ke tahun jumlah siswa terus meningkat. Hingga kini jumlah muridnya kurang lebih sebanyak 250 siswa. 

Namun dibalik itu, seluruh siswa-siswinya tiap hari bila hendak buang air besar (BAB) atau buang air kecil, selalu turun ke kali Cihea atau numpang di toilet milik tetangga sekolah. Tentu saja hal itu membuat riskan para guru. Karena khawatir   terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan semua pihak. 

Karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, pihak komite sekolah bersama para guru serta orang tua siswa berembuk untuk mencari solusi terbaik agar tidak ada lagi murid yang BAB atau buang air kecil ke kali. Maka dari hasil kesepakatan bersama tersebut, diperoleh kata sepakat untuk membuat sumur bor dengan biaya sebesar Rp 40 juta lebih. Dananya, diambil dari hasil urunan orang tua, masyarakat dan pihak sekolah. 

Kepela SDN Karangsari, Sutarko menjelaskan, dibangunnya sumur bor di lingkungan sekolah, selain riskan akan terjadi hal yang tidak diinginkan berbagai pihak, juga sekaligus menghilangkan budaya buang hajat dan buang air kecil ke kali Cihea. 

Diharapkan, dengan dibangunnya sumur bor, setelah airnya keluar dengan normal, maka akan mampu untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti halnya melaksanakan praktek berwudlu juga sekaligus praktek shalat wajib, dzuha, dan mengaji alquran di setiap kelas. 

Karena itu, Sutarko mengucapkan terima kasih pada pihak Komite Sekolah, Pemerintahan Desa Cihea dan seluruh orang tua siswa yang telah peduli dan berinisiatif untuk membangun sumur bor. “ Semoga semuanya itu menjadi amal kebaikan,” ucap Sutarko. 

Sementara itu, Ketua Komite SDN Karangsari, Lukman Nulhakim menambahkan, rencana pembangunan sumur bor tersebut, sudah lama. Namun selalu selalu banyak kendala, utamanya dalam hal pembiayaan. 

Tapi setelah dimusyawarahkan dengan pihak orang tua siswa, masyarakat dan pihak sekolah serta disaksikan Kepala Desa Cihea, akhirnya rencana pembuatan sumur bor itu dapat terealisasikan.

Ada pun rincian biayanya, yaitu untuk instalasi dan mesin pompa Rp. 22 juta. Pengeboran Rp. 16 juta dan biaya penampungan air, turn dan biaya lainnya senilai Rp 6 juta. “ Biayanya semua diambil dari hasil urunan orang tua siswa, masyarakat setempat, pihak sekolah dan hasil sumbangan dari Kepala Desa Cihea,” jelas Lukman Mulhakim. 

Dilain pihak salah seorang warga setempat, Maksum (50) mengatakan, dengan dibangunnya sumur bor di lingkungan SDN Karangsari, pihaknya merasa bersyukur. Karena seluruh orang tua dan masyarakat setempat tidak akan riskan lagi melihat siswa turun ke kali Cihea untuk BAB atau buang air kecil. 

“ Selain itu, bila terjadi musim kemarau datang, masyarakat setempat akan merasa terbantu, karena adanya air bersih yang mengalir dari sumur bor milik sekolah,” kata Maksum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here