Laporan: Sam/Agus/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com
Satu unit toko kelontongan serta gudang dagangan yang berada di lantai bawah blok B 7 dan 13 Pasar Cipeuyeum, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021) sekitar pukul, 18.00 WIB, hangus terbakar dan tidak ada korban jiwa pemilik toko hanya menderita kerugian senilai Rp 130 juta.

Informasi yang dapat dihimpun, Kebakaran toko kelontongan serta gudang milik H. Didin yang dikelola adiknya, H. Dadang Warga Cihaur, Desa Gunungsari Ciranjang, terjadi kebakaran pada pukul 18,00 Wib, diduga titik api berasal dari arus pendek.

Karena sebelum terjadi kebakaran, jaringan listrik sempat padam (aliran) selama 10 menit dan setelah nyala kembali selama 10 menit, terlihat kepulan asap pekat dari tengah pasar, setelah dibuktikan ternyata toko kelontongan plus Gudang milik H Dadang kebakaran.

Sontak minta tolong pada para pedagang yang jualan di kaki lima, saat itu pula para pedagang kaki lima dan warga setempat langsung berusaha memadamkan kobaran api dengan alat seadanya, namun hanya selang 15 menit 7 unit Damkar datang dari Ciranjang dan dari Cianjur, tutur Toni Irawan pedagang kaki lima.

Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti Cepi Agustina menambahkan, dengan terjadinya 1 unit kios grosir kelontongan plus gudang barang dagangan, pihaknya ikut prihatin, karena melihat kondisi seperti sekarang adanya pandemi Covid-19, para pedagang masih sepi pembeli.

Kebakaran Pasar biasanya, ludes lululantah, namun kebakaran di pasar Cipeuyeum tidak banyak yang membanyangkan orang lain nyatanya yang terbakar hanya satu unit dan tak merembet pada toko, kios lainnya, karena konstruksi bangunan pasar cukup baik, dinding kiri, kanan dan atas dengan cor beton.

Maka dengan itu, pihaknya mengharapkan pada seluruh pemilik dan pengelola pasar harus waspada dan perhatikan jaringan listrik, supaya tidak terjadi lagi hal tidak diingkan semua pihak, Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here