Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Desa Sukabakti Naringgul Cianjur Selatan sekira pukul 14.00 WIB. Akibat keadaan tersebut, satu rumah warga roboh dan lima lainnya terendam banjir, Sabtu (09/01).

Usut punya usut penyebabnya adalah saluran air yang meluap lantaran tersumbat. Sehingga menyebabkan banjir bandang di wilayah Kampung Patrol Kolot RT 3/11, Desa Sukabakti. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peritiwa tersebut. Hanya saja kerugian materil yang hingga saat ini masih dihitung.

Sementara itu pantauan dilokasi kejadian, menyebabkan terjadinya kemacetan panjang  di jalan Nasional penghubung Cianjur Selatan-Bandung. Sehingga banyak penguna jalan yang berhenti dan putar arah.

Kepada wartawan pemilik rumah yang roboh akibat banjir, Bah Itang (50) mengatakan, hujan turun yang mengguyur wilayah Desa Sukabakti, terjadi sejak pukul 13.00 WIB. Selang beberapa jam kemudian saluran air meluap dan terjadilah banjir hingga ke jalan merobohkan rumah dan merendam rumah warga.

” Beruntung tidak ada korban jiwa, namun bangunan warung milik saya roboh terbawa arus air. Selain itu juga rumah milik H. Ano terendam dan ikan di empangnya habis semua,” katanya.

Bah Itang berharap, pemerintah segera memperbaiki saluran air. Karena kondisinya sudah sempit dan memang kecil.

” Seperti sekarang saja, kalau hujan besar sering terjadi banjir, namun saat sini banjirnya sangat besar. Ya, mudah-mudahan pemerintah segera mengambil tindakan yang tepat atas terjadinya banjir bandang ini,” harapnya.

Kejadian banjir bandang tersebut dibenarkan Kepala Desa Sukabakti Tatang DS. Dikatakannya, pada Sabtu (09/01), sekira Pukul 14.00 WIB, benar telah terjadi banjir bandang di Kampung Patrol Kolot RT 3/11, Desa Sukabakti Kec. Naringgul Cianjur Selatan.

” Memang tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut. Hanya saja rumah milik warga yang terendam bahkan ada rumah yang roboh, kemudian ikan di empang warga juga ikut hanyut terbawa arus banjir bandang,” terang Tatang DS.

Atas kejadian itu, Tatang berharap, pihak-pihak terkait segera memperbaiki atau memperbesar  saluran air yang masuk jalur jalan. Sementara untuk kerugian diperkirakan bisa mencapai ratusan juta rupiah, sebab belum semuanya terdata.

” Kalau tidak segera diperbaiki, kejadian seperti ini akan terjadi kembali dan korbanpun akan semakin banyak berjatuhan, jadi saya mohon perhatian pemerintah atas apa yang telah terjadi di Desa Sukabakti ini,” harap Tatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here