Geng motor yang berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polres Cianjur

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Belasan anggota geng motor yang terbilang sadis diringkus Tim Khusus Satreskrim Polres Cianjur Jawa Barat. Mereka yang sebagian besar masih usia remaja itu ditangkap di sejumlah tempat berbeda di wilayah hukum Polres Cianjur.

Kapolres Cianjur, Jawa Barat, AKBP Soliyah, SIK, MH mengatakan, para pelaku kejahatan jalanan itu ditangkap disejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.

” Kami melakukan pengejaran dan dalam waktu tidak kurang dari empat hari berhasil mengamankan 13 orang geng motor,” kata Soliyah saat menggelar Kon Pers terkait pengungkapan kasus geng motor di sekitar Bundaran Tugu Lampu Gentur, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kamis (14/2).

Ekspose digelar di sekitar Bundaran Tugu Lampu Gentur. Ke-13 anggota geng motor itu sengaja ‘dipajang’ di ruang publik agar diketahui masyarakat. Geng motor itu tergabung dalam komunitas berbeda-beda. Seperti Grab on Road (GBR), Moon Raker, serta Exalt to Cotious (XTC). 

” Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda yakni di Kecamatan Cianjur (Jalan Ir H Juanda), Warungkondang, Pacet, dan Haurwangi. Aksi yang sempat jadi viral terjadi Haurwangi. Tersangkanya sudah kami amankan,” jelas Soliyah. 

Selain mengamankan 13 tersangka anggota geng motor, Timsus Satreskrim Polres Cianjur juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor dan berbagai jenis senjata tajam. Seperti celurit, golok, dan lainnya. Tindakan tegas terukur, kata Soliyah, perlu dilakukan mengingat aksi geng motor di wilayah hukum Polres Cianjur sudah meresahkan.

” Mereka itu merebut motor dengan mengacung-acungkan senjata atau mengancam korban. Mereka tak segan membacok korbannya terus kabur. Ada empat orang korban dengan rata-rata mengalami luka bacok. Ada yang sampai mendapat luka 12 jahitan. Korbannya dipilih secara acak,” terang Soliyah. 

Penanganan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Cianjur melibatkan juga jajaran TNI. Soliyah mengaku sudah berkomitmen dengan Kodim 0608 Cianjur untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap para pelaku kejahatan jalanan. 

” Bersama Kodim 0608 Cianjur, kami akan masih memberantas geng-geng motor. Apalagi saat ini merupakan tahun politik. Saya dan Pak Dandim berkomitmen menjaga kondusifitas keamanan,” jelasnya.

Mereka yang diringkus itu terancam dijerat hukuman maksimal. Soliyah tidak memberikan toleransi bagi para pelaku kejahatan jalanan tersebut.

” Karena ada beberapa modus operandi, ancaman hukumannya berbeda-beda. Untuk tersangka curas dijerat pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara, tersangka pengeroyokan dijerat Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara, dan tersangka penganiayaan dijerat Pasal 351 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” pungkasnya.

Sementara Dandim 0608 Cianjur Letkol Rendra Dwi Ardhani mengaku sepakat dengan Polres Cianjur dan Pemkab Cianjur memerangi geng motor atau kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi siapapun yang berupaya mengancam situasi dan kondisi keamanan. 

” Kami sepakat perangi geng motor dan kejahatan lainnya yang bisa mengancam kondusifitas keamanan di Cianjur. Kami imbau orang tua yang memiliki anak remaja, agar selalu mengawasi dan mengontrol aktivitas anak mereka di luar,” ujarnya.

Sementata itu, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi,. Endang Kohar atau yang sering disapa Eko mengatakan, pihaknya mengacungkan jempol pada jajaran Polres Cianjur yang telah menangkap dan mengamankan berapa orang geng motor yang kerap kali beraksi di Haurwangi.

Karena geng motor di Haurwangi benar mersahkan warga. Hampir tiap malam ada kejadian. Warga yang lagi nongkrong di warung pinggir jalan, mau pun yang sedang berjalan kaki langsung dibacok dengan sadisnya

“ Kami berharap pada pihak yang berkompenten supaya segera mendirikan Kantor Polisi dan Koramil di Kecamatan Haurwangi, supaya Haurwangi benar-benar aman dan kondusif,” kata Eko.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here