Laporan : Nana Cakrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Penyandang disabilitas kerap menjadi sasaran sindikat narkoba untuk mengedarkan barang haram tersebut. Karena itu, komunitas ini juga rentan terjerat penyalahgunaan narkoba.

Guna mencegah hal itu, Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta melalui Satuan Reserse  Narkoba (Satres Narkoba) bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Purwakarta, memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika pada para penyandang disabilitas.

Acara yang digelar di Sekretariat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Purwakarta tersebut diikuti 60 para disabilitas. Seperti tunanetra, tunarungu dan tunadaksa yang ada di Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Seperti mencuci tangan sebelum masuk ruangan, pakai masker dan menjaga jarak fisik atau physical distancing.

” Komunitas kami perlu dirangkul, karena komunitas disabilitas itu juga bisa jadi sasaran empuk sindikat narkoba,” ungkap Ketua PPDI Cabang Purwakarta, Agus Kusnadi, saat ditemui usai sosialisasi Pencegahan Narkoba, di Sekretariat Pertuni Purwakarta, Selasa (14/7).

Agus mengungkapkan, seseorang yang menyandang disabilitas saat dewasa rentan terjerat penyalahgunaan narkoba. Mereka yang menyandang disabilitas saat dewasa mudah tergoda menyalahgunakan narkoba sebagai bentuk pelarian karena rasa depresi yang dialaminya.

” Tentu situasi itu akan potensial bagi orang seperti ini untuk menyalahgunakan narkoba sebagai pelarian dari rasa depresi atau keterpurukan jiwanya,” jelasnya.

Agus juga mengharapkan dengan adanya sosialisasi pencegahan bahaya narkoba yang dilakukan Polres Purwakarta ini, penyandang disabilitas dapat lebih mengetahui tentang bahaya dan dampak dari narkoba.

” Semoga dengan adanya sosialisasi pencegahan bahaya narkoba ini, kami penyandang disabilitas yang minoritas ini, kami juga butuh masa depan yang cerah, salah satunya terhindar dari narkoba dan kami juga akan ikut berperan melawan narkoba di wilayah Purwakarta ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Heri Nurcahyo mengatakan, narkoba merupakan musuh bersama. Termasuk para penyandang disabilitas. Sehingga dengan adanya sosialisasi yang dilakukan ini penyandang disabilitas dapat lebih mengetahui tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba.

“Selain memberikan informasi terkait bahaya narkoba, kami juga ingin melibatkan mereka menjadi agen anti narkoba. Kami berharap ilmu dan pengetahuan yang sudah diperoleh saudara kita penyandang disabilitas ini agar dibagi ke rekan-rekan sesamanya,” kata Heri.

Ia menambahkan, bagi para penyandang disabilitas yang telah mengetahui bahaya dan dampak buruk dari narkoba, tentu tidak akan memakai apalagi mengedarkan barang haram tersebut. Karena itu diharapkan, dapat menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga, teman, dan di lingkungan tempat tinggal.

” Tolong sampaikan informasi bahaya dan dampak narkoba kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sehingga mereka tidak terpengaruh apalagi terlibat dengan narkoba. Narkoba jangan dicoba-coba apalagi mengedarkannya,” ujar Heri menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here