Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Penertiban para PKL Pasar Ciranjang Kabupaten Cianjur, telah beberapa kali dilakukan petugas Satpol PP Cianjur, dibantu petugas dari Polsek, TNI, pihak Kecamatan dan Pihak UPTD Pasar Ciranjang.

Adanya penertiban tersebut, tak sedikit para PKL yang sadar dan pindah ke kios darurat yang telah disediakan pihak Pemkab Cianjur. Tapi masih banyak pula para PKL yang bertahan dan tak mau pindah serta tak mau membongkar kios lapaknya.

Kepala Pasar Ciranjang Agus Mulyana mengatakan, dengan dilaksankananya penertiban para PKL yang berjualan di tempat yang dilarang. Diantaranya, di pinggir jalan kereta api, jalan raya Ciranjang menuju pasar dan para PKL yang jualan di lahan bekas pasar kebakaran.

Penertiban para PKL tersebut sambungnya, dilaksankan pihak Satpol PP, Polisi, TNI, pihak Kecamatan dan Pihak UPTD Pasar Ciranjang.  Pihaknya merasa bersyukur karena para PKL banyak yang sadar hingga akhirnya bersedia pindah ke lapak yang telah disediakan.

Namun dilain pihak masih ada para PKL yang masih bertahan dan seakan enggan untuk pindah. Meski demikian adanya, pihak Satpol PP Cianjur beserta jajarannya, tak putus asa dan terus melakukan sosialisasi mengajak para PKL untuk segera pindah ke lingkungan Pasar Ciranjang dan membongkar lapaknya oleh sendirinya.

“ Tapi kalau para PKL masih bertahan, tak mau pindah maka pihak Satpol PP akan melakukan tindakan penertiban dengan cara memindahkan paksa,” ujar Agus pada awak media, Sabtu (5/6/2021).

Sementara itu, salah seorang perwakilan PKL yang berjualan di depan pasar Metro Ciranjang Asep M Mubarok mengatakan, setelah dilakukan sosialisasi sekaligus ditertibkan pihak Satpol PP Cianjur, pada dasarnya 70 orang lebih para PKL yang berjualan di Pasar Metro, sadar akan langsung pindah ke lokasi yang ada di lingkungan pasar Ciranjang.

Namun sebelum pindah pihak Satpol PP, UPTD Pasar, Polsek, TNI dan Pihak Kecamatan Ciranjang, mohon adanya kebijakan. Seperti diantaranya, minta berjualan di tempat semula selama pembangunan lapak belum selesai. Selain itu, minta kios milik JN yang berdiri di lahan milik PSAP mohon dibongkar pula, supaya tidak ada kesan tebang pilih.

“ Kalau tidak dibongkar maka seluruh PKL yang berjualan di depan pasar Metro akan tetap bertahan berjualan di tempat semula, tidak mau pindah,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here