Trik pengangkut rotan ilegal diamankan petugas di POs Kotis

Liputan : Yatiman

Kalbar, metropuncaknews.com – Pasi Ops Satgas Pengamanan perbatasan RI – Malaysia Yonif 320/Badak Putih Kodam III/Siliwangi Lettu Inf Putra Utama bersama jajarannya, berhasil menggagalkan  penyeludupan 20 ton rotan kualitas ekspor menuju Malaysia, Kamis (16/8).

Barang ilegal tersebut dibawa sopir atas perintah  Darwis Siregar pekerjaan wiraswasta, warga Dusun Balai Karangan 3 Desa Balai Karangan Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Saat dilakukan penangkapan, Darwis kabur.

Menurut keterangan, penangkapan berawal informasi dari Kantor Bea Cukai Badau yang menginformasikan  akan masuk barang seludupan berupa rotan kualitas ekspor. Namun belum diketahui waktu pasti kegiatan penyeludupan akan dilaksanakan.

Tidak berapa lama kemudian, Kotis Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 320/BP menerima laporan dari Satpam Perkebunan Sawit milik PT. Buana Tunas Sejahtera yang menyebutkan ia melihat ada 2 unit kendaraan truck Fuso melaksanakan kegiatan yang mencurigakan disekitar area perkebunan kelapa sawit tersebut.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Pasi Intel Satgas Pamtas melaksanakan penyelidikan terhadap laporan Satpam PT. Buana Tunas Sejahtera tersebut. Kemudian informasi itu  dikembangkan dan selanjutnya melaporkan hasil penyelidikan kepada Dansatgas. Betul ada 2 unit kendaraan truck Fuso yang mencurigakan.

Selanjutnya Pasi Ops Satgas Lettu Inf Putra Utama bersama 13 orang personil melaksanakan patroli ke lokasi yang dicurigai. Di lokasi itu nampak ada aktivitas pemindahan kayu rotan dari Truck Fuso ke Truck ukuran sedang yang dilakukan kuli angkut sebanyak lebih kurang 20 orang. Seluruh kuli angkut tersebut merupakan masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit.

Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap perihal dokumen kepemilikan rotan dan surat jalan serta dokumen lainnya, pengemudi truk tidak dapat menujukkan kelengkapan administrasinya hanya surat kendaraan yang dimilikinya.

Truck – truck tersebut dikemudikan Ambi (38) warga Dusun Sungai Tilian Desa Tintin Seligi Kabupaten Kapuas Hulu. Yohanes Karmani (41) warga Merdeka Selatan Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dan Ramos (35) alamat Dusun Balai Karangan 3 Desa Balai Karangan Kec. Sekayam Kabupaten Sanggau.

Menurut keterangan pengemudi, barang tersebut berangkat dari Pontianak pada hari Minggu 11 Agustus 2018. Selanjutnya akan dipindahkan ke 4 truck lainnya di penyeberangan Selat Kabupaten Sintang. Tetapi pada saat itu tidak jadi karena mobil dump truck yang akan mengangkut di penyeberangan Selat tidak ada kemudian diadakan pergeseran tempat menuju perkebunan kelapa sawit PT. Buana Tunas Sejahtera.

Selanjutnya Pasi Ops Satgas koordinasi dengan petugas Bea Cukai tentang keberadaan rotan tersebut dan dinyatakan bahwa rotan tersebut ilegal.

Maka Dansatgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 320/BP Letkol Inf Imam Wicaksana memerintahkan,  penangkapan terhadap rombongan truck fuso yang membawa 20 ton rotan kualitas ekspor tersebut. Untuk selanjutnya mengamankan pengemudi truck dan barang bukti di Pos Kotis.

Petugas Bea Cukai, setelah mendalami barang bukti yang ada menyatakan,  dari penyeludupan 20 ton rotan kualitas ekspor ini negara bisa dirugikan Rp 2,8 M.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here