Laporan : Nana Cakrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat, lakukan kunjungan ke Kabupaten Purwakarta, Rabu (8/7) kemarin.  Hal itu dilakukan guna memberikan supervisi terhadap pelaksanaan tugas Tim Saber Pungli.

Kunjungan Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Saber Pungli Provinsi Jawa Barat di dipimpin langsung AKBP Budi Satria Wiguna, S.I.K, didampingi AKBP Harso Pudjo Hartono, S.H, serta Ketua UPP Saber Pungli Kabupaten Purwakarta Kompol Ijang Safei. Rombongan disambut Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika di Bale Nagri, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta.

Ketua Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Saber Pungli Kabupaten Purwakarta, Kompol Ijang Safei menjelaskan, kunjungannya tersebut merupakan kunjungan Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Jabar ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.

“ Kunjungan ini merupakan sinergi antara pemerintah pusat maupun daerah dilakukan, agar dapat memberantas pungli dalam pelayanan publik, khususnya dalam situasi Covid-19,” ungkapnya.

Upaya mewujudkan pelayanan publik tanpa pungli itu, sambung dia, dengan melakukan sosialisasi dengan menitik beratkan kepada pencegahan Covid-19 dan pelaksanaan New Normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB). “ Selain itu, dalam kunjungan ini juga Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar siap membantu untuk narasumber Sosialisasi Pencegahan di Kabupaten Purwakarta,” kata Ijang.

Dijelaskannya, praktik pungutan liar telah menjadi musuh bersama. Karena pungli menghambat pelayanan pemerintah dan dapat memberatkan rakyat. Karena itu, guna menekan praktik pungli, maka dibentuk satuan tugas khusus dari pusat hingga daerah.

Dalam kunjungan Satgas UPP Saber Pungli Provinsi Jabar tersebut, Bupati Purwakarta berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik tanpa pungutan liar (pungli). Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemkab Purwakarta akan menaikan anggaran serta menyiapkan sekretariat untuk Satgas UPP Saber Pungli Purwakarta.

“Alhamdulillah Pemkab Purwakarta akan mempersiapkan sekretariat untuk UPP Saber Pungli Purwakarta, serta menambah anggaran untuk mewujudkan Purwakarta tanpa Pungli,” tuturnya.

Dijelaskan Ijang, kehadiran Tim Saber Pungli merupakan kebijakan pemerintah dalam melaksanakan reformasi di bidang hukum. Namun, akan dilakukan secara bertahap mulai dari pencegahan.

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam pendistribusian bantuan sosial (Bansos) Covid-19 dari 9 pintu ada 7 pintu Bansos di Purwakarta. UPP Saber Pungli Purwakarta menerima 4  pengaduan dari masyarakat melalui Call Center.

” Dengan demikian untuk pemberantasan pungli ini jadi tugas kita bersama. Tentunya kita mengimbau pada semua elemen masyarakat untuk menjauhi atau menghindari pungli,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here