Ketua Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK-Buton). Mursid Ar Rahman

Laporan : Atul Wolio

Baubau, metropuncaknews.com – Pihak penyidik di Polres Baubau Sulawesi Tengara, tanggapi serius laporan Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK-Buton). Laporan KPK Buton tentang dugaan penyelewengan APBDes Lowu-lowu itu disampaikan pada Sat Reskrim Polres Kota Baubau dan Kejaksaan Negeri Buton pada 16/03/2020 lalu.

Ketua KPK Buton Mursid Ar Rahman saat dihubungi mengatakan, atas laporan tersebut, pihaknya sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penidikan (SPDP) No. B/172/III/2020/Reskrim), dengan SP.LIDIK/27/III/Reskrim pada tanggal 17 Maret 2020.

Hal itu dilakukan pihak penyidik atas Laporan Polisi (LP) Nomor : 6/B/KPK.BUTON/III/2020. Mursid menegaskan,dugaan penggelapan dana APBdes Lowu-lowu itu, kini masuk dalam tahap penyidikan.

” Sementara penyidikan di Polres Baubau dan sudah ada beberapa orang yang diminta keterangannya termasuk Kades baru (Karim), tadi siang diminta keterangannya,” terang Mursid melalui pesan WhatsApp. (21/03/2020).

Lebih lanjut Mursid mengatakan, tidak sedikit dugaan penggelapan anggaran APBDes. Seperti diantaranya, penggelapan anggaran kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan komputer. Selain itu juga termasuk dugaan pemalsuan ijazah Kepala Urusan (Kaur) Desa guna meraup gaji dari APBDes.

 ” Untuk dugaan pemalsuan, kita juga masukkan laporannya,” imbuhnya.

Hasil investigasi KPK-Buton menilai, penyelewengan atas penggunaan aggaran ABPDes Lowu-lowu yang tidak tercatat dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA), sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Utamanya peraturan tentang tindak pidana korupsi.

” Kita terus pastikan, akan memantau setiap perkembangan kasusnya,” tegasnya pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here