Laporan : Dhani/Sapta

Cianjur, metropuncaknews.com – Jajaran kepolisan Sat Reskrim Polres Cianjur mengelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sri Wulandari yang mayatnya ditemukan di aliran sungai Citarum. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh MR dibantu MD salah seorang pegawai instansi di Kabupaten Cianjur pada 18 Juli tahun lalu.

Rekontruksi dilakukan para penyidik Sat Reskrim Polres Cianjur dipimpin Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramdhany didampingi para penyidik pembantu, Unit Inafis Polres Cianjur serta jajaran kepolisian Polres Cianjur lainnya. Selain itu, hadir pula Jaksa penuntut umum, pengacara pihak pelaku serta keluarga korban, juga para insan media. Kamis (14/05)

Usai rekontruksi AKP Niki mengatakan, 33 adegan diperagakan tersangka dengan korban pengganti. Dalam rekonstruksi itu digelar, satu persatu adegan yang dilakukan tersangka hingga terjadinya tindak pidana pembunuhan.

Tujuan rekontruksi ini, sambung AKP Niki, yaitu untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang terjadinya tindak pidana tersebut. Rekontruksi ini sekaligus menguji kesesuaian dengan keterangan tersangka sehingga dapat diketahui benar atau tidaknya.

Niki mengatakan, Polres Cianjur bekerjasama dengan Kejaksaan dari awal untuk melakukan rekonstruksi. Dalam hal ini dilakukan untuk memastikan bagaimana cara si tersangka melakukan pembunuhan tersebut. Untuk itu, pihaknya sudah koordinasi dengan kejaksaan apa yang kurang, bagaimana prosesnya.

“ Alhamdulillah rekonstruksi berjalan dengan lancar ada 33 reka adegan. Dari hasil adegan didapat adanya kesesuaian dengan keterangan dan diketahui motifnya masalah uang dan ada kedekatan hubungan asmara baik korban maupun pelaku,” terang Niki.

Sebelumnya, warga Kampung Pasir Batu Desa Kertasari Kecamatan Haurwangi, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang diperkirakan berumur 25-30 tahun.

Setelah diselidiki, ternyata korban adalah Sri Wulandari yang merupakan karyawan pabrik PT. Dalim Kornesia Cianjur. Korban merupakan teman dekat pelaku berinisial MR. Peristiwa bermula disaat pelaku menjemput korban dari SPBU Bojong Kecamatan Karangtengah. Kemudian korban dibawa ke kantor tempat pelaku bekerja dan dibawa ke halaman belakang.

Ditempat tersebut korban meminta uang kepada pelaku. Namun tidak diberi. Kemudian korban mengancam akan memberitahukan hubungan korban dengan pelaku pada istri pelaku.

Hal tersebut membuat pelaku emosi dan menjatuhkan korban kemudian membekam mulut dan mencekik leher korban sampai meninggal dunia. Untuk menghilangkan jejak, pelaku MR dibantu MD membuang mayat korban di jembatan Citarum.

” Untuk menghidari kejaran petugas pelaku melarikan diri ke Pulau Bali. Dan akhirnya kedua tersangka berhasil ditangkap setelah kembali lagi ke Cianjur sekitar bulan April 2020, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” jelas Niki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here